BALIEXPRESS.ID – Kawasan Anjungan Penelokan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, masih gelap tanpa lampu penerangan pada malam hari.
Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama, meski kawasan tersebut kerap dikunjungi wisatawan hingga malam pada waktu tertentu.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli, I Wayan Dirga Yusa, tidak menampik kondisi tersebut saat dikonfirmasi pada Minggu (21/6/2026).
Ia menjelaskan, lampu yang terpasang di area anjungan sudah lama sengaja tidak difungsikan akibat sering gangguan pada instalasi listrik.
Menurutnya, sejak sekitar dua tahun terakhir kerap terjadi korsleting listrik, terutama saat musim hujan.
Kondisi itu diperparah dengan adanya kerusakan pada sejumlah lampu akibat ulah orang tak dikenal, termasuk lampu yang digunakan pengunjung sebagai sandaran hingga patah.
Baca Juga: Perbaikan Ekonomi Dipercepat, Pemerintah Tegaskan Aspirasi Mahasiswa Jadi Bahan Evaluasi
Kerusakan tersebut membuat sistem listrik semakin tidak stabil dan memicu korsleting. Instalasi listrik di kawasan anjungan berada di bawah bangunan menyulitkan proses perbaikan menyeluruh.
“Dulu waktu lampu masih hidup, ketika hujan di atas anjungan sering terjadi kabel terbakar,” kata Dirga.
Baca Juga: Duta Badung Nglawang di PKB XLVIII, Angkat Cerita Strotragrahana
Ia menambahkan, untuk menghindari risiko yang membahayakan pengunjung, termasuk potensi tersengat listrik, pihaknya akhirnya memutus aliran listrik ke area anjungan tersebut.
Sementara itu, penerangan di kawasan tersebut hanya mengandalkan lampu penerangan jalan (LPJ) di sekitar trotoar.
Adapun lampu yang masih berfungsi di area anjungan hanya terdapat pada bagian toilet anjungan sisi utara.
Dirga menyebutkan bahwa perbaikan menyeluruh baru direncanakan dilakukan pada tahun 2027.
“Rencana 2027, kami perbaiki untuk memenuhi standar daya tarik wisata,” tutupnya.
Anjungan Penelokan menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang berkunjung ke kawasan Kintamani.
Dari lokasi tersebut, pengunjung dapat menikmati pemandangan Gunung Batur, Bukit Terunyan hingga Danau Batur.
Tren kunjungan wisatawan juga tidak hanya terjadi pada pagi hingga sore hari. Pada hari-hari tertentu, kawasan ini tetap ramai hingga malam, seperti saat Umanis Galungan beberapa waktu lalu. (*)
Editor : I Made Mertawan