BALIEXPRESS.ID- Ciputra Beach Resort terus membuka ruang bagi komunitas dan penyelenggara kegiatan untuk menghadirkan berbagai aktivitas yang mempertemukan masyarakat, budaya, gaya hidup sehat, dan potensi wisata di Tabanan.
Pada akhir pekan ini, kawasan Ciputra Beach Resort dan sekitarnya menjadi bagian dari dua kegiatan berbasis komunitas, yaitu Pelangi Tabanan Kite Festival 2026 yang berlangsung pada 26–27 September dan Pangkung Tibah Village Fun Run 2026 pada 27 September.
Que Marcell Aureole, Business Development Manager Ciputra Group, menyatakan keterlibatan Ciputra Group dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Tabanan bukan sekedar sebagai penyedia tempat, namun juga sebagai wadah untuk seluruh potensi yang ada di Kabupaten Tabanan.
Baca Juga: Bangunan Dapur Warga Kawan Bangli Terbakar saat Ditinggal ke Sawah, Polisi Amankan Teko
“Melalui Pelangi Tabanan Kite Festival 2026 ini, kami ingin memperkenalkan jika kawasan Ciputra tidak saja menjadi kawasan bisnis saja, namun juga merupakan salah satu kawasan yang kami kembangkan untuk mendukung aktivitas budaya di Tabanan,” jelasnya.
Dilanjutkan Marcell, melalui keterbukaan terhadap berbagai kegiatan komunitas, Ciputra Beach Resort berharap dapat terus menjadi ruang untuk berkolaborasi, sekaligus mendukung pengenalan potensi wisata, budaya, dan masyarakat Pangkung Tibah dan Tabanan.
Eddo Agustinus, General Manager Ciputra Beach Resort, menjelaskan selain aktivitas yang berkaitan dengan kebudayaan, Kawasan Ciputra dikatakannya juga terbuka untuk aktivitas lainnya, salah satunya adalah penyelenggaraan Pangkung Tibah Village Fun Run 2026.
Baca Juga: Pamit Main Layangan, Pemuda Buleleng Ini Ditemukan Tersangkut di Jurang
Dengan kategori 5K dan 10K, kegiatan ini diikuti sekitar 800 peserta melalui rute ini, para peserta melintasi kawasan Desa Pangkung Tibah dan area Ciputra Beach Resort sebagai bagian aktivitas komunitas dapat turut menghidupkan sebuah destinasi.
“Kami menyambut baik adanya kolaborasi dengan komunitas dan masyarakat local, hal ini sejalan dengan misi kasi yakni menjadikan Kabupaten Tabanan sebagai central wellness di Bali,” ungkapnya.
Baca Juga: PDIP Bali Kibarkan Bendera Setengah Tiang Selama Tujuh Hari untuk Guruh Soekarnoputra
Ketua Pelangi Tabanan,I Ketut Arsanayasa, menyebutkan festival ini diikuti oleh sekitar 1.500 layang-layang dari berbagai daerah di Bali, dengan tema Bayuning Segara Singgasana yang memiliki makna angin di laut Tabanan, kegiatan ini menjadi wadah bagi Rare Angon sekaligus bagian dari upaya menjaga dan melestarikan tradisi serta budaya melayangan.
“Selain menjadi ajang perlombaan, festival ini juga turut memperkenalkan potensi wisata alam dan budaya layang-layang Tabanan kepada masyarakat yang lebih luas,” ungkapnya.
Editor : IGA Kusuma Yoni