Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

WASPADA! Pemancing Temukan Ubur-ubur Blue Bottle di Pantai Sanur Bali

W
Penulis: Wiwin Meliana❯

Seorang pemancing temukan ubur-ubur beracun Blue Bottle di pantai Sanur Bali
Seorang pemancing temukan ubur-ubur beracun Blue Bottle di pantai Sanur Bali


Advertisement

BALIEXPRESS.ID-Seorang pemancing dikagetkan dengan kemunculan ubur-ubur beracun atau yang dikenal dengan sebutan Ubur-ubur Blue Bottle di Pantai Sanur Denpasar Bali.

Dalam video yang diunggah melalui akun @vant dedenk via akun @infodenpasarterkini.id, terlihat seorang pemancing mengurungkan niatnya memancing lantaran bertemu dengan ubur-ubur Blue Bottle.

Advertisement

“Baru mau masuk ke dalam udah ketemu yang lagi viral, ini super bahaya,” ujar seorang pemancing dikutip pada Sabtu (17/08/2024).

Lebih lanjut, pemancing tersebut juga meminta untuk pengunjung pantai yang ingin memancing dan mandi agar lebih hati-hati dan waspada.

“Buat temen-temen yang suka berendam di Sanur atau mau mincing mohon hati-hati ya,” jelasnya.

Advertisement

Ini bukan kali pertama ubur-ubur Blue Bottle muncul di Pantai Sanur.

Sebelumnya, pada September lalu juga ubur-ubur jenis ini sempat menghebohkan media sosial.

Kemunculan Ubur-ubur blue bottle ini merupakan fenomena tahunan.

Umumnya, fenomena ini terjadi antara Juli hingga September, dimana angin yang berembus kencang membawa ubur-ubur yang biasanya berada di luat bergeser menuju tepi pantai.

Seperti namanya, ubur ubur ini memiliki ciri khas yakni warna biru jernih seperti pantulan warna langit di air laut.

Dilansir dari berbagai sumber, Ubur ubur bottle sebetulnya bukanlah jenis hewan tunggal.

Ubur-ubur ini merupakan koloni empat jenis individu yang sangat beragam (zooids). Untuk bertahan hidup, zooids bergantung satu sama lain.

Pelampung dari ubur ubur beracun ini merupakan kantung berbentuk seperti botol atau buah pir yang umumnya memiliki tinggi lebih dari 15cm.

Warna kantung ini dominan biru, dengan margin atas yang terkadang ditemukan berwarna hijau atau merah muda.

Ubur ubur jenis physalia ini berenang miring melawan melawan arah angin dan jalurnya mengikuti kelengkungan pelampungnya dan ketahanan bawah air dari seluruh koloni.

Namun jika angin bertiup terlalu kencang, mereka akan terseret dan cukup sering terdampar di perairan dangkal, bahkan tepi pantai.

Sengatan ubur ubur ini cukup berbahaya bagi manusia. Ada puluhan ribu, bahkan hingga ratusan ribu sengatan yang terjadi setiap tahunnya.

Sengatan dari Ubur ubur Blue Bottle umumnya menimbulkan bilur merah disertai pembengkakan dan nyeri sedang hingga parah. 

Perih mungkin akan terasa seperti terbakar. Beberapa kasus, ditemukan kulit yang tersengat dapat melepuh.

Sengatan dari ubur ubur ini untuk sebagian orang juga dapat menyebabkan sesak napas.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Ubur-Ubur Blue Bottle Kembali Muncul di Pantai Sanur, DKP Bali Minta Warga dan Wisatawan Tetap Waspada

Ubur-Ubur Blue Bottle Kembali Muncul di Pantai Sanur, DKP Bali Minta Warga dan Wisatawan Tetap Waspada

Kemunculan dalam jumlah banyak atau blooming ubur-ubur ini disebut sebagai fenomena alam yang rutin terjadi setiap tahun pada pertengahan tahun.

Belajar Langsung di Sanur, Mahasiswa Unud Dalami Konsep Mobilitas Rendah Emisi Bersama WRI Indonesia

Belajar Langsung di Sanur, Mahasiswa Unud Dalami Konsep Mobilitas Rendah Emisi Bersama WRI Indonesia

EDUKASI: Sejumlah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana melakukan kunjungan lapangan ke Kawasan Pesisir Sanur difasilitasi WRI Indonesia

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer