Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program “Satu Keluarga Satu Sarjana” Tinggal Terbitkan SK, 600 Mahasiswa Terima Beasiswa Tahun Ini

R
Penulis: Rika Riyanti❯

SIAP DIMULAI: Kepala Brida Provinsi Bali, I Ketut Wica
SIAP DIMULAI: Kepala Brida Provinsi Bali, I Ketut Wica


Advertisement

 

 

BALIEXPRESS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) mulai merealisasikan program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi keluarga miskin.

Advertisement

Tahun ini, sebanyak 600 mahasiswa telah ditetapkan sebagai penerima bantuan pendidikan tersebut.

Kepala Brida Provinsi Bali, I Ketut Wica, diwawancara di Rumah Jabatan Gubernur Jayasabha, Senin (3/11) menjelaskan, program ini ditujukan bagi keluarga miskin yang belum memiliki anggota keluarga bergelar sarjana.

Advertisement

Program ini, lanjut Wica, difokuskan untuk enam kabupaten di Bali, yakni Jembrana, Tabanan, Buleleng, Karangasem, Bangli, dan Klungkung. 

Pemprov Bali telah menyiapkan anggaran sebesar Rp9,76 miliar sesuai rencana awal untuk membiayai 1.450 mahasiswa.

Dana tersebut mencakup biaya pendaftaran, uang kuliah tunggal (UKT) sebesar Rp1 juta per semester, dan biaya hidup Rp1,4 juta per bulan.

Namun, realisasi penerima tahun ini hanya mencapai 600 mahasiswa.

Wica mengungkapkan hal ini disebabkan oleh keterbatasan waktu dan temuan di lapangan yang menunjukkan sebagian besar keluarga miskin di Bali telah memperoleh bantuan serupa melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. 

“Waktunya pendek. Ternyata orang miskin di Bali sudah KIP kuliah sebagian diselesaikan, yang tidak KIP diambil oleh program Satu Sarjana Satu Keluarga. Dan ternyata masih ada orang miskin di dalam KK-nya sudah ada sarjana. Itu permasalahan,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, penerima bantuan yang sudah lolos verifikasi di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) kini tengah disiapkan untuk penerbitan surat keputusan (SK). 

“600 sudah lolos verifikasi PTN, PTS, dan kita meng-SK-kan saja,” jelasnya.

Adapun besaran bantuan disesuaikan dengan lokasi penerima.

“Subsidi ada yang 18 juta, dari pemkot subsidi 1 juta. Uang saku untuk di Badung 1,4 juta, yang di Karangasem dan Buleleng 1,2 juta,” ujar Wica.

Menurutnya, program ini masih bersifat pilot project dan akan terus dikembangkan agar bisa menjangkau lebih banyak masyarakat Bali di masa mendatang.

“Ke depannya, ini kan baru pilot project. Artinya ya ke depan tentu masyarakat akan terbuka, semua program ini akan jadi solusi mengikis kemiskinan di seluruh Bali,” tandasnya.(***)

Advertisement

Artikel Terkait

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan anggota DPRD Badung Made Bima Nata meninjau lokasi longsor pada Senin (2/11).

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Riset tersebut menemukan hanya 44 persen pengusaha perempuan yang mampu mempertahankan usahanya selama tiga hingga lima tahun. Sementara itu, hanya 23 persen yang dapat bertahan lebih dari lima tahun.

Bidik 64 Ribu Pekerja, Perlindungan Jaminan Sosial Diperluas Lewat Jaringan BPR

Bidik 64 Ribu Pekerja, Perlindungan Jaminan Sosial Diperluas Lewat Jaringan BPR

Pekerja sektor informal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sasaran perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dengan PT BPR Bank Nusamba Bali Nus

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer