Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Narcotics Anonymous Hadir di Bali, Buka Akses Pemulihan Gratis bagi Pecandu Narkoba

I
Penulis: I Gede Paramasutha❯
Public Relation Narkotik Anonimus Indonesia, Nita Purna Kusuma. (Bali Express/I Gede Paramasutha)
Public Relation Narkotik Anonimus Indonesia, Nita Purna Kusuma. (Bali Express/I Gede Paramasutha)

BALIEXPRESS.ID – Organisasi Narkotik Anonimus/Narcotics Anonymous (NA) kembali menegaskan komitmennya membantu pecandu narkoba di Bali, lewat program pemulihan gratis yang dapat diikuti oleh masyarakat umum.


Advertisement

Hal itu disampaikan Public Relation Narkotik Anonimus Indonesia, Nita Purna Kusuma, dalam sesi sosialisasi bersama sejumlah wartawan di Denpasar, Jumat (5/12).

Ia menekankan bahwa NA merupakan komunitas nirlaba yang beroperasi secara mandiri dan fokus menyediakan dukungan bagi pecandu yang ingin keluar dari jeratan narkoba.

“NA adalah program pemulihan berbasis spiritual, namun tidak terafiliasi dengan lembaga keagamaan apa pun. Gerakan ini sudah ada di 147 negara dan hadir di Indonesia sejak tahun 2000, resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM pada 2020,” jelas Nita.

Advertisement

Wanita itu menerangkan, bahwa NA berbeda dari fasilitas rehabilitasi yang dikelola pemerintah maupun lembaga resmi.

NA bergerak sebagai komunitas saling dukung, mengedepankan kejujuran, keterbukaan, dan komitmen pribadi melalui pertemuan rutin.

Di Indonesia, NA menjalin hubungan kerja sama dengan kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN), khususnya terkait penguatan jaringan pemulihan dan pembentukan komunitas.

Advertisement

Program utamanya adalah 12 langkah pemulihan, sebagai metode yang memberikan ruang bagi anggota untuk menghadapi adiksi, memahami perilaku merusak, serta membangun kembali hidup yang stabil tanpa narkoba.

“Setiap anggota saling memberi kekuatan dan harapan. Program 12 langkah sudah membantu banyak orang menata ulang hidupnya,” katanya.

Menurut Nita, banyak pecandu enggan tampil di publik karena stigma sosial dan ketakutan terhadap proses hukum. Karena itu, prinsip anonimitas menjadi kunci keberlangsungan NA.

Di Bali, kelompok NA yang berbasis di Seminyak telah mendampingi 500–700 pecandu, baik WNI maupun warga negara asing. 

Namun angka ini bersifat dinamis karena tidak ada sistem keanggotaan resmi, dan setiap individu memiliki perjalanan pemulihan yang berbeda. NA mencatat sekitar 150 orang berhasil pulih melalui program mereka.

“Kami ingin pecandu tahu bahwa ada tempat yang bisa membantu mereka tanpa harus menunggu terjerat hukum dulu,” ujar Nita.

Setiap anggota baru akan didampingi seorang sponsor, yaitu anggota senior yang sudah lebih dulu melalui proses pemulihan. Sponsor bertugas membimbing, bukan memberikan pendanaan.

“Para sponsor tidak menerima bayaran. Mereka melayani karena ingin membantu pecandu lain pulih seperti mereka,” imbuhnya.

Dengan tingginya angka kasus narkotika di Bali, Nita menilai kehadiran NA menjadi alternatif penting yang dapat diakses siapa saja yang ingin memutus ketergantungan narkoba.

“NA hadir untuk siapa saja yang ingin berubah. Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa jalan pemulihan itu ada dan terbuka bagi semua,” tutupnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan anggota DPRD Badung Made Bima Nata meninjau lokasi longsor pada Senin (2/11).

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Riset tersebut menemukan hanya 44 persen pengusaha perempuan yang mampu mempertahankan usahanya selama tiga hingga lima tahun. Sementara itu, hanya 23 persen yang dapat bertahan lebih dari lima tahun.

Bidik 64 Ribu Pekerja, Perlindungan Jaminan Sosial Diperluas Lewat Jaringan BPR

Bidik 64 Ribu Pekerja, Perlindungan Jaminan Sosial Diperluas Lewat Jaringan BPR

Pekerja sektor informal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sasaran perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dengan PT BPR Bank Nusamba Bali Nus

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer