Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Risiko Tinggi, 320 Set APD Disalurkan untuk Pekerja Konstruksi di Gianyar

R
Penulis: Rika Riyanti❯

RISIKO: Penyerahan APD tersebut dilakukan secara simbolis di Desa Lebih dan Desa Tegal Tugu, Gianyar
RISIKO: Penyerahan APD tersebut dilakukan secara simbolis di Desa Lebih dan Desa Tegal Tugu, Gianyar


Advertisement

 

 

BALIEXPRESS.ID - Sebanyak 320 set alat pelindung diri (APD) diserahkan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sektor konstruksi yang tersebar di seluruh desa di Kabupaten Gianyar.

Advertisement

Penyerahan APD tersebut dilakukan secara simbolis di Desa Lebih dan Desa Tegal Tugu, Gianyar.

Penyaluran APD ini akan dilanjutkan ke seluruh desa di Kabupaten Gianyar dengan melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Gianyar.

Advertisement

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Gianyar, Venina, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap program perlindungan sosial ketenagakerjaan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Gianyar, khususnya di sektor jasa konstruksi.

“Selanjutnya APD akan diserahkan kepada seluruh desa di Kabuaten Gianyar bersama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini merupakan bentuk dari dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar terkait perlindungan social ketenagakerjaan khususnya di bidang jasa konstruks,” kata Venina.

Ia menjelaskan, Pemkab Gianyar telah memperkuat perlindungan pekerja konstruksi melalui penerbitan Peraturan Bupati Gianyar Nomor 61 Tahun 2024 serta Keputusan Bupati Gianyar yang mengatur pengalokasian jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian bagi pekerja konstruksi pada kegiatan fisik atau pembangunan yang bersumber dari APBDes.

Berdasarkan data hingga 31 Juli 2025, terdapat 135 kegiatan fisik atau pembangunan di desa-desa se-Kabupaten Gianyar dengan jumlah tenaga kerja mencapai 2.268 orang yang telah terlindungi melalui Program JAKON Desa.

Venina menegaskan, meskipun para pekerja telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, aspek keselamatan kerja tetap harus menjadi prioritas utama di lapangan.

“Walaupun telah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, para peserta juga tetap wajib mengutamakan keselamatan diri saat bekerja,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, sektor konstruksi merupakan salah satu bidang pekerjaan dengan tingkat risiko yang tinggi.

Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan menjadi hal penting untuk menekan potensi kecelakaan kerja.

“Apalagi jenis pekerjaan di bidang konstruksi merupakan salah satu jenis pekerjaan dengan risiko tinggi. Sebagai upaya langkah-langkah preventif terhadap risiko pekerjaan, BPJS Ketenagakerjaan melakukan pembagian alat pelindung diri (APD) yang dapat digunakan oleh para pekerja proyek di desa-desa Kabupaten Gianyar. APD yang diberikan berupa helm proyek, sepatu proyek, sarung tangan dan kacamata safety,” ungkapnya.

Selain pembagian APD, perusahaan maupun badan usaha juga diharapkan konsisten memberikan edukasi serta menerapkan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) guna menekan angka kecelakaan di lingkungan kerja.

“Kegiatan promotif dan preventif seperti ini merupakan wujud nyata kepedulian kami dalam memastikan tenaga kerja bekerja dalam lingkungan yang aman dan sehat. Kami berharap, dengan adanya APD ini, angka kecelakaan kerja dapat diminimalisir, sehingga kesejahteraan pekerja dapat terjamin,” imbuh Venina.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan sektor usaha dalam mengedepankan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi para pekerja konstruksi di Kabupaten Gianyar.(***)

Advertisement

Artikel Terkait

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan anggota DPRD Badung Made Bima Nata meninjau lokasi longsor pada Senin (2/11).

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Riset tersebut menemukan hanya 44 persen pengusaha perempuan yang mampu mempertahankan usahanya selama tiga hingga lima tahun. Sementara itu, hanya 23 persen yang dapat bertahan lebih dari lima tahun.

Bidik 64 Ribu Pekerja, Perlindungan Jaminan Sosial Diperluas Lewat Jaringan BPR

Bidik 64 Ribu Pekerja, Perlindungan Jaminan Sosial Diperluas Lewat Jaringan BPR

Pekerja sektor informal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sasaran perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dengan PT BPR Bank Nusamba Bali Nus

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer