
BALIEXPRESS.ID - Komisi I DPRD Badung melakukan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Badung Tahun 2025 melalui rapat kerja bersama sebelas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (9/4).
Dalam rapat Dewan Badung membahas serapan anggaran di tahun 2025, kebutuhan sumber daya manusia, hingga stabilitas sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi Badung.
Adapun sebelas OPD yang terlibat dalam Raker, yakni Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Badan Riset dan Inovasi Daerah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), dan Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD).
Baca Juga: Rapat Bahas LKPJ 2025, Komisi II DPRD Badung Minta Utamakan Penyelesaian Masalah Sensitif
Ada juga Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Pertanahan, Satpol PP Badung, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DukCapil), dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Badung.
Rapat yang berlangsung di Ruang Gosana II DPRD Badung ini dipimpin Wakil Ketua Komisi I, I Gusti Lanang Umbara. Sejumlah anggota komisi turut hadir, di antaranya Putu Sika Adi Putra, Wayan Puspa Negara, Wayan Loka Astika, Putu Dendy Astra Wijaya, dan Made Rai Wirata.
Dalam rapat tersebut, Lanang Umbara menilai, kinerja keuangan daerah tergolong positif.
Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Serahkan SK 25 Kepala Sekolah, Tekankan Integritas dan Peningkatan Mutu Pendidikan
Rata-rata serapan anggaran OPD berada pada kisaran 75 hingga 90 persen. Capaian ini dinilai cukup baik di tengah berbagai penyesuaian kebijakan yang terjadi sepanjang tahun.
Meski demikian, serapan anggaran yang belum menyentuh angka maksimal tetap menjadi perhatian.
Sejumlah faktor memengaruhi kondisi tersebut, mulai dari kebijakan efisiensi pemerintah pusat, adanya pegawai yang memasuki masa pensiun, hingga peralihan tenaga kontrak menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"Artinya, tidak ada serapan yang tidak tercapai untuk kepentingan masyarakat. Program untuk masyarakat sudah terealisasi semua," tegasnya.



