Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Buleleng Perketat Radar Wabah, Empat Penyakit Global Masuk Peta Risiko Daerah

D
Penulis: Dian Suryantini❯
Pertemuan pemetaan risiko penyakit infeksi emerging (PIE) yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng
Pertemuan pemetaan risiko penyakit infeksi emerging (PIE) yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng

Advertisement

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Pemerintah Kabupaten Buleleng kini bergerak lebih taktis dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran wabah sejak dini. Langkah itu diwujudkan melalui pertemuan pemetaan risiko penyakit infeksi emerging (PIE) yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Senin (4/5). Forum ini bukan sekadar rapat rutin, melainkan ruang konsolidasi serius untuk membaca potensi krisis kesehatan dengan pendekatan berbasis data dan pengalaman lapangan.

Dipimpin Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi, Nyoman Suardani, pertemuan ini melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Ini merupakan pertemuan kedua sepanjang tahun 2026, sekaligus kelanjutan dari proses pengumpulan data yang telah dilakukan sejak Maret lalu.

Advertisement

Empat penyakit menjadi sorotan utama dalam pemetaan kali ini yaitu COVID-19, avian influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV), dan meningitis meningokokus. Keempatnya dipilih bukan tanpa alasan—karena memiliki potensi penularan lintas wilayah dan dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat.

Suardani menegaskan, pemetaan risiko adalah alat ukur penting untuk mengetahui posisi kesiapan daerah. Tanpa pengukuran yang jelas, respons terhadap wabah berisiko kembali gagap seperti pada fase awal pandemi COVID-19.

“Pengalaman itu tidak boleh terulang. Kita harus tahu di mana posisi kita, apa yang kurang, dan apa yang harus diperkuat,” tegasnya.

Advertisement

Dari hasil pemaparan sementara, satu catatan penting muncul: rencana kontijensi kesehatan masih perlu diperkuat. Padahal, dokumen ini merupakan pondasi utama dalam penanganan situasi darurat, mulai dari alur koordinasi hingga langkah operasional di lapangan.

Tanpa rencana kontingensi yang matang, respons cepat dan terarah akan sulit diwujudkan. Karena itu, pembenahan dokumen ini menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda.

Pemetaan risiko yang disusun mengacu pada tiga komponen utama, yakni ancaman, kerentanan, dan kapasitas. Dari ketiganya, pemerintah daerah menilai bahwa aspek kerentanan dan kapasitas masih sangat terbuka untuk ditingkatkan melalui intervensi kebijakan dan penguatan sistem.

Tak hanya faktor internal, mobilitas global juga menjadi perhatian. Pergerakan jemaah haji dan umroh dinilai sebagai salah satu celah masuknya penyakit dari luar negeri, khususnya dari kawasan Timur Tengah.

Advertisement

Artikel Terkait

Kasus DBD Bali Turun Drastis, Dinkes Catat 1.588 Kasus hingga Juli 2026

Kasus DBD Bali Turun Drastis, Dinkes Catat 1.588 Kasus hingga Juli 2026

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bali menunjukkan penurunan tajam sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Dugaan Korupsi BBM dan Mamin, Kejari Geledah Kantor Dinas Kesehatan Tabanan

Dugaan Korupsi BBM dan Mamin, Kejari Geledah Kantor Dinas Kesehatan Tabanan

Tim Penyidik Kejari Tabanan menggeledah kantor Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Tabanan. Penggeledahan dilakukan terkait dugaan korupsi.

Diskes Bali Pastikan Faskes Siap Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Serentak Saat Tumpek Krulut

Diskes Bali Pastikan Faskes Siap Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Serentak Saat Tumpek Krulut

Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali memastikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Bali telah siap melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis secara serentak pada peringatan Rahina Tumpek Krulut, Sabtu (1/8).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer