Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jembatan Alas Pujung Ditinggikan 2,8 Meter, Akses Warga Kini Dipangkas 30 Menit

P
JEMBATAN : Jembatan penghubung Desa Alas Pujung dengan Desa Puakan, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang. 
JEMBATAN : Jembatan penghubung Desa Alas Pujung dengan Desa Puakan, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang. 

Advertisement

BALIEXPRESS.ID – Pemerintah Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, terus berupaya meningkatkan infrastruktur demi memperlancar mobilitas masyarakat. Salah satu proyek strategis yang kini rampung dikerjakan adalah peninggian dan perbaikan jembatan penghubung Desa Adat Alas Pujung dengan Desa Adat Puakan, yang menjadi jalur alternatif penting bagi warga setempat.

Perbekel Taro, I Wayan Warka, Kamis (23/7), mengatakan perbaikan jembatan tersebut dilakukan menggunakan dana APBDes Tahun 2026 dengan total anggaran sebesar Rp579.600.600. Selain memperkuat struktur, jembatan juga ditinggikan sekitar 2,8 meter dari pondasi guna meningkatkan keamanan dan ketahanan terhadap kondisi alam.

Menurut Warka, keberadaan jembatan ini memiliki peran vital karena menjadi satu-satunya akses alternatif menuju wilayah Alas Pujung. Sebelum adanya peningkatan infrastruktur tersebut, masyarakat harus memutar melalui wilayah Desa Abuan, Kabupaten Bangli, sebelum menuju Desa Pisang dan Taro.

Advertisement

“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, perjalanan yang biasanya harus memutar cukup jauh kini bisa lebih cepat dan efisien,” ujar Wayan Warka.

Ia menjelaskan, jalur alternatif tersebut mampu memangkas waktu tempuh hingga sekitar 30 menit. Selain itu, kondisi jalan yang sebelumnya sempit dan cukup ekstrem kini telah diperlebar sehingga memberikan kenyamanan dan keselamatan lebih bagi pengguna jalan.

Advertisement

“Dulu kendaraan harus sangat berhati-hati karena jalannya sempit dan cukup ekstrem. Sekarang kondisinya jauh lebih baik, bahkan mobil sudah bisa berpapasan dengan lebih aman karena jalan telah diperlebar,” jelasnya.

Peninggian jembatan juga menjadi langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran akses masyarakat dalam jangka panjang. Dengan posisi yang lebih tinggi dan konstruksi yang lebih kuat, jalur penghubung tersebut diharapkan mampu melayani kebutuhan transportasi warga secara optimal.

Keberhasilan proyek ini tidak lepas dari dukungan masyarakat setempat. Selama proses pengangkatan dan pengerjaan jembatan, warga Banjar Alas Pujung menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan lancar.

“Atas nama Pemerintah Desa Taro, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Banjar Alas Pujung yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong selama proses pengerjaan jembatan. Semoga fasilitas ini dapat dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ungkap Warka.

Dengan selesainya proyek tersebut, Pemerintah Desa Taro berharap konektivitas antarwilayah semakin meningkat, aktivitas ekonomi masyarakat lebih lancar, serta akses menuju kawasan Alas Pujung dan sekitarnya menjadi lebih aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh pengguna jalan. *

Advertisement
Editor : Putu Agus Adegrantika
Sumber : adegrantika

Artikel Terkait

Desa Taro Dievaluasi sebagai Percontohan Desa Antikorupsi 2026, Integritas Jadi Sorotan

Desa Taro Dievaluasi sebagai Percontohan Desa Antikorupsi 2026, Integritas Jadi Sorotan

BALIEXPRESS.ID – Mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel menjadi fokus penilaian Percontohan Desa Antikorupsi Tahun 2026 di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Kamis (22/10)

BRI Peduli Bangun Jembatan Gantung di Cianjur, Permudah Akses Sekolah dan Aktivitas Ekonomi Warga

BRI Peduli Bangun Jembatan Gantung di Cianjur, Permudah Akses Sekolah dan Aktivitas Ekonomi Warga

T Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli meresmikan jembatan gantung di Desa Kemang, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

Dibangun Swadaya Warga sejak 2018, De Gadjah Dorong Penyempurnaan Jembatan Situ Banda

Dibangun Swadaya Warga sejak 2018, De Gadjah Dorong Penyempurnaan Jembatan Situ Banda

Sejak 2018, warga secara bertahap membangun Jembatan Situ Banda yang menghubungkan Desa Jinangdalem dengan Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng.  

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer