BBM Langka, Harga Bawang Putih di Bali Naik 1,41 Persen, Stok Tipis Jadi Perhatian

BALIEXPRESS.ID – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali belum memicu kenaikan harga kebutuhan pokok secara luas.
Namun, pemantauan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menemukan kenaikan harga pada tujuh dari 20 komoditas pangan yang dipantau, dengan bawang putih mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,41 persen.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, mengatakan pemantauan harga dilakukan di 60 titik pasar yang tersebar di Bali.
Hingga Kamis (15/10), kenaikan harga secara umum belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Baca Juga: Ramai BBM Botolan Dijual hingga Rp 200 Ribu ke Turis, Disnaker ESDM Bali Koordinasi dengan Aparat
“Memang lonjakan belum terasa, tapi ada lonjakan di bawang putih. Tapi itu sih biasa naik turun,” kata Wiryanata, Kamis (15/10).
Untuk memastikan kelangkaan BBM tidak mengganggu pasokan barang, Wiryanata mengaku telah menghubungi sejumlah distributor besar di luar Bali.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, distribusi barang sejauh ini belum mengalami kendala berarti.
“Distributor besar di luar Bali saya hubungi, aman katanya,” ucapnya.
Berdasarkan analisis Disperindag Bali pada Rabu (14/10), inflasi umum selama periode pengamatan masih tercatat kurang dari 0,1 persen.



