Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pendampingan PLUT KUMKM Buleleng, Tartar Dimsum Berkembang hingga Miliki Empat Cabang

I
Penulis: I Putu Mardika❯
Pendampingan oleh konsultan UMKM Ni Luh Putu Eka Pradnyawati, S.E., M.M. membantu pelaku usaha membenahi produk, legalitas, dan kemasan agar siap memperluas pasar
Pendampingan oleh konsultan UMKM Ni Luh Putu Eka Pradnyawati, S.E., M.M. membantu pelaku usaha membenahi produk, legalitas, dan kemasan agar siap memperluas pasar

Advertisement

BALIEXPRESS.ID – Pendampingan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT KUMKM) Kabupaten Buleleng mendorong perkembangan usaha kuliner Tartar Dimsum hingga memiliki empat cabang. Usaha yang dirintis Gusti Ayu Made Widya Risti sejak 2020 ini kembali memperluas jangkauan bisnisnya dengan membuka cabang keempat pada Senin (2/11/2026). Pengembangan usaha tersebut sekaligus menyerap empat tenaga kerja baru.

Pertumbuhan Tartar Dimsum menjadi salah satu gambaran bagaimana pendampingan UMKM dapat memberikan dampak terhadap penguatan usaha, terutama dalam aspek manajemen, legalitas, pengembangan produk, dan perluasan pasar.

Konsultan UMKM PLUT KUMKM Buleleng, Ni Luh Putu Eka Pradnyawati, S.E., M.M., mengatakan bahwa banyak pelaku UMKM di Buleleng sebenarnya memiliki produk berkualitas dan memanfaatkan bahan baku lokal. Namun, sebagian besar masih menghadapi keterbatasan dalam pemasaran sehingga produk hanya dijual dari rumah, pasar desa, maupun melalui jaringan pertemanan.

Advertisement

Kondisi tersebut membuat perkembangan usaha cenderung berjalan lambat. Padahal, produk lokal memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas apabila didukung pengelolaan usaha dan strategi pemasaran yang tepat.

“Banyak pelaku usaha yang produknya sudah bagus, tetapi belum siap masuk pasar yang lebih luas. Kendalanya biasanya ada di legalitas, kemasan, dan kemampuan menjaga pasokan,” ujar Eka.

Menurutnya, memasuki jaringan ritel modern membutuhkan kesiapan yang tidak sederhana. Pelaku UMKM harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), izin edar, sertifikasi halal, label produk yang informatif, kode batang atau barcode, serta pencantuman masa kedaluwarsa. Selain itu, pelaku usaha juga harus mampu menjaga kualitas dan ketersediaan produk secara konsisten.

Advertisement

Untuk itu, PLUT KUMKM Buleleng melakukan pendampingan secara bertahap. Tahap awal dimulai dengan pemetaan kondisi usaha menggunakan pendekatan Business Model Canvas. Melalui metode tersebut, pelaku UMKM dibantu mengidentifikasi karakteristik konsumen, keunggulan produk, saluran pemasaran, struktur biaya, hingga sumber pendapatan.

Selanjutnya, pendampingan diarahkan pada pembenahan legalitas dan standardisasi produk. Pelaku usaha dibantu dalam pengurusan NIB, izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta sertifikasi halal. Aspek kemasan dan label juga menjadi perhatian agar produk memiliki tampilan yang menarik sekaligus memenuhi ketentuan pemasaran.

Tidak hanya berfokus pada produk, pendampingan juga menyentuh manajemen keuangan. Pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai pencatatan keuangan sederhana, penghitungan harga pokok produksi, dan penetapan harga jual. Hal ini penting agar pelaku usaha tetap memperoleh keuntungan ketika produknya dipasarkan melalui pihak ketiga atau jaringan ritel.

“Kami tidak ingin UMKM hanya sekadar masuk toko, lalu berhenti karena rugi atau tidak sanggup memenuhi pesanan. Karena itu, hitungan harga dan kapasitas produksi harus dipersiapkan sejak awal,” jelasnya.

Advertisement
Editor : I Putu Mardika

Artikel Terkait

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Riset tersebut menemukan hanya 44 persen pengusaha perempuan yang mampu mempertahankan usahanya selama tiga hingga lima tahun. Sementara itu, hanya 23 persen yang dapat bertahan lebih dari lima tahun.

Selama Dua Tahun UMKM Badung Meningkat Drastis

Selama Dua Tahun UMKM Badung Meningkat Drastis

Selama dua tahun terhitung dari 2023 hingga 2025 jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengalami peningkatan drastis.

BRI Salurkan KUR Rp144 Triliun kepada 2,76 Juta Debitur, Jadi Motor Penggerak Sektor Produktif

BRI Salurkan KUR Rp144 Triliun kepada 2,76 Juta Debitur, Jadi Motor Penggerak Sektor Produktif

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, B

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer