Binus University Gelar QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026, Hadirkan 1.500 Delegasi

BALIEXPRESS.ID- QS Higher Ed Summit, Asia Pacific 2026, forum pendidikan tinggi internasional ke- 22 kembali diselenggarakan, tahun ini forum ini mengangkat tema utama Advancing Education for Purpose and Impact dan Binus University menjadi tuan rumah.
Dalam forum ini, sebanyak 1.500 pimpinan universitas, akademisi, pembuat kebijakan, dan pakar pendidikan dari berbagai negara untuk membahas tren, tantangan, serta masa depan pendidikan tinggi, termasuk reputasi akademik, pemeringkatan global, kinerja institusi, dan kolaborasi internasional.
Stephen Wahyudi Santoso, President of Binus Higher Education & Professional Services menjelaskan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah QS Higher Ed Summit, Asia Pacific 2026 merupakan kesempatan penting Indonesia ke dalam diskusi mengenai masa depan pendidikan tinggi di kawasan Asia Pasifik.
Saat ini, pendidikan tinggi menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi hingga tuntutan untuk mempersiapkan lulusan dengan kompetensi yang relevan.
“Melalui forum ini, kami berharap dapat mendorong pertukaran pengetahuan, memperkuat kolaborasi lintas negara, serta bersama-sama mengeksplorasi solusi bagi tantangan pendidikan tinggi saat ini dan kedepan,” jelasnya.
Langkah Binus mempersiapkan Lulusan yang Adaptif di Tengah Transformasi Dunia Kerja dan Perubahan teknologi dan otomatisasi turut memengaruhi kebutuhan tenaga kerja.
Sehingga perguruan tinggi dituntut untuk terus menyesuaikan pendekatan pendidikan dengan perkembangan industri.
Sementara itu, Rektor Binus University, Dr. Nelly, mengatakan, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, mendorong perguruan tinggi untuk terus mengevaluasi pendekatan pembelajarannya agar tetap relevan dengan kebutuhan industri.
“Di Binus, kami melihat AI sebagai salah satu alat yang dapat mendukung proses belajar dan kreativitas mahasiswa. Karena itu, yang penting bukan hanya memperkenalkan teknologi ini, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk menggunakannya secara kritis, kreatif, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Selain melalui pengembangan kurikulum, Binus mendorong pembelajaran berbasis praktik dan pendekatan multidisipliner agar mahasiswa dapat menghubungkan pengetahuan akademik dengan penerapannya di dunia profesional. (gek)
