Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Koster Bantah PHK di Sektor Pariwisata, Sebut Kunjungan Wisatawan Terus Tumbuh

R
Penulis: Rika Riyanti❯

 


Advertisement

KLARIFIKASI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri penutupan Bulan Bung Karno di ISI Bali, Minggu, (29/6)
KLARIFIKASI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri penutupan Bulan Bung Karno di ISI Bali, Minggu, (29/6)

 

 

Advertisement

BALIEXPRESS.ID - Gubernur Bali, Wayan Koster, menepis isu yang menyebutkan adanya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor pariwisata Bali akibat menurunnya jumlah kunjungan wisatawan.

Ia menegaskan, kondisi pariwisata di Bali tetap dalam keadaan stabil dan tidak mengalami penurunan sebagaimana rumor yang berkembang.

Dalam pernyataannya saat menghadiri penutupan Bulan Bung Karno di ISI Bali, Minggu, (29/6), Koster menyampaikan bahwa sektor pariwisata Bali justru menunjukkan indikator pertumbuhan yang positif.

“Jumlah wisatawan mancanegara ke Bali sampai Desember 2024 mencapai 6,4 juta orang. Sementara wisatawan domestik mencapai 9,5 juta. Pertumbuhan ekonomi kita 5,48 persen, tingkat pengangguran hanya 1,79 persen, dan angka kemiskinan 3,8 persen,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa untuk tahun 2025, kedatangan wisatawan mancanegara mengalami peningkatan antara 10 hingga 12 persen per hari.

Sementara itu, meskipun sempat menurun di awal tahun, jumlah wisatawan domestik kembali meningkat seiring masuknya masa liburan pertengahan tahun.

“Wisatawan domestik memang sempat turun di awal tahun hingga Mei, tapi kembali naik saat liburan sekolah Juni ini. Bahkan, sekarang sangat sulit mendapatkan tiket pesawat ke Bali,” ujarnya.

Tingkat hunian hotel di berbagai kawasan di Bali juga menunjukkan tren menggembirakan.

Hotel The Meru mencatatkan okupansi 96 persen, kawasan Nusa Dua di atas 90 persen, Kuta sekitar 80 persen, dan Buleleng sebesar 70 persen.

“Artinya, tidak benar kalau dikatakan Bali mulai sepi,” tambahnya.

Menanggapi isu PHK, Koster menekankan bahwa hal itu tidak berasal dari sektor pariwisata.

Ia mencontohkan, salah satu perusahaan yang melakukan PHK adalah Coca-Cola di Mengwi, namun hal itu terjadi karena alasan bisnis internal.

“Memang ada PHK, tapi bukan karena pariwisata. Contohnya, ada perusahaan Coca-Cola di Mengwi yang tutup karena jenis usahanya sudah tidak diperlukan. Ada juga unit usaha lain yang tutup karena tidak diperlukan, ya tutup,” jelasnya.

Ia juga mengkritik pihak-pihak yang menurutnya mencoba menciptakan narasi negatif tentang Bali dengan tujuan merusak citra daerah ini.

“Bali ini kan tidak sendiri. Kalau bisa Bali ini ingin citranya dibuat buruk supaya orang enggan datang. Kemarin sempat viral isu wisatawan mulai meninggalkan Bali dan beralih ke Lombok lewat Padangbai. Tapi coba dilihat datanya, satu hari kemarin saya cek, jumlah wisatawan domestik yang datang ke Bali mencapai 12 ribu, sementara mancanegara 23 ribu. Totalnya lebih dari 30 ribu orang per hari,” ungkapnya.

Meski demikian, Koster juga menyoroti praktik-praktik ilegal yang menurutnya merugikan Bali, seperti penyewaan vila atau rumah pribadi secara tidak resmi kepada warga negara asing.

“Ada juga yang nakal, menyewakan vila pribadi atau rumah pribadi kepada warga negara asing. Ini tentu akan kami tertibkan karena tidak sesuai dengan aturan,” paparnya.(***)

Advertisement

Artikel Terkait

Pemerintah Perkuat Pencegahan PHK Lewat Satgas PHK, Magang, dan Vokasi

Pemerintah Perkuat Pencegahan PHK Lewat Satgas PHK, Magang, dan Vokasi

Pemerintah menegaskan komitmennya mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui berbagai langkah konkret, mulai dari penguatan peran Satuan Tugas (Satgas) PHK hingga optimalisasi program magang, pelatihan vokasi, dan

Satgas Mitigasi PHK Mulai Bekerja, Pemerintah Petakan Penyebab PHK dan Selamatkan Industri

Satgas Mitigasi PHK Mulai Bekerja, Pemerintah Petakan Penyebab PHK dan Selamatkan Industri

Pemerintah bersama DPR RI mulai mengoptimalkan kerja Satgas Mitigasi PHK sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri. Satgas ini bertugas memperkuat koordinasi

Prabowo Instruksikan Mitigasi PHK, Perlindungan Pekerja dan Stabilitas Tenaga Kerja Jadi Prioritas

Prabowo Instruksikan Mitigasi PHK, Perlindungan Pekerja dan Stabilitas Tenaga Kerja Jadi Prioritas

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan langkah mitigasi pemutusan hubungan kerja (PHK) guna menjaga stabilitas ketenagakerjaan nasional di tengah tantangan ekonomi global. Perlindungan pekerja dan keberlangsungan dun

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer