Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kartu “Sakti” Penunggu Pasien RS Sanglah Hilang , Jaminan Tak Kembali

I Putu Suyatra • Sabtu, 18 Agustus 2018 | 19:04 WIB
Kartu “Sakti” Penunggu Pasien RS Sanglah Hilang , Jaminan Tak Kembali
Kartu “Sakti” Penunggu Pasien RS Sanglah Hilang , Jaminan Tak Kembali


BALI EXPRESS, DENPASAR - Penunggu pasien di RSUP Sanglah akan mendapatkan kartu sakti yang disebut kartu penunggu pasien. Kartu berwarna ungu tersebut lengkap dengan tali kalungnya. Kartu tersebut dipergunakan jika si penunggu ingin keluar di malam hari di luar jam besuk pasien.  Untuk mendapatkan kartu ini penunggu harus menjaminkan uang sebesar Rp 50 ribu.


Salah satu penunggu pasien asal Gianyar yang enggan dibeberkan namanya ini merasa keberatan lantaran harus merogoh kocek Rp 50 ribu untuk dijaminkan, ditukar dengan sebuah kartu sakti dari rumah sakit. Pasalnya, dia tak yakin bahwa selalu ingat membawa kartu tersebut dengan kondisi genting mengurusi keluarganya. Disebutnya mungkin saja lupa atau terselip. Tentunya jika itu hilang, uang jaminan Rp 50 ribu pun turut raib.


"Kami harus bayar Rp 50 ribu untuk kartu. Tujuannya keluar masuk kalau malam. Di atas pukul 20.00 kan ditutup. Kalau keluar untuk kepentingan harus tunjukkan kartu," jelasnya.


Kartu tersebut didapatkannya sejak sehari setelah mendapatkan kamar. Orang tuanya saat itu dirawat di Ruang Angsoka. Sumber koran ini pun kerap keluar malam untum membeli pampers, makanan, hingga tisu. Meskipun disampaikan jika pasien sudah dibolehkan pulang uang akan dikembalikan, tapi jika kartu tersebut masih dipegangnya. Jika kartu hilang, tentu lain urusannya. "Beban sih, karena kepentingan sebagai penunggu dalam situasi genting nggak tahu. Kalau bawa kartu terus nggak bawa kan beban apalagi jika keluar masuk. Di samping itu juga kebingungan. Kami sudah empat kali ke sini, baru pertama kali dikasih kartu," jelasnya.


Dia juga yakin bahwa hal serupa pun dialami oleh penunggu pasien lainnya. Tentu para penunggu pun tidak awas, serta kartu tersebut pun lebih sering lepas dari perhatian mereka. Lantaran mereka fokus merawat keluarganya.


Sementara itu, Kasubbag Humas RSU Sanglah Denpasar I Dewa Ketut Kresna menyampaikan bahwa kartu tersebut memang sudah ada sejak lama. Tujuannya tentu untuk mengendalikan jumlah kunjungan orang ke rumah sakit. Dan juga mendeteksi pihak yang bukan penunggu pasien. "Kami memprioritaskan keamanan dan tujuannya kan orang - orang yang punya kepentingan lain diluar menunggu pasien bisa dikendalikan," jelasnya Jumat (17/8).


Diakuinya memang pihak rumah sakit menyediakan kartu tersebut sejak hari pertama dirawat. Menanggapi besaran uang jaminan pihaknya tidak menampik bahwa nominal tersebut terbilang besar bagi keluarga pasien. Namun terkait jika kartunya hilang dan uang jaminan akan hangus, Dewa Kresna mengatakan itu bisa dibicarakan. "Tentunya kan tidak bisa bebas dipindah tangankan. Karena ya satu kartu itu saja. Kecuali mungkin emergency. Terkait nanti jika memang benar hilang bisa dikomunikasikan," jelasnya.


Disinggung terkait uang yang dijaminkan, pihaknya menjelaskan bahwa dari uang yang terkumpul lantaran kartu pengunjungnya hilang, maka uang tersebut digunakan untuk membuat kartu baru.

Editor : I Putu Suyatra