Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Seniman 'Nyeraki' Pencipta Tari Satya Brasta I Nyoman Cerita Berpulang

Nyoman Suarna • Rabu, 20 Oktober 2021 | 00:49 WIB
Seniman
Seniman

GIANYAR, BALI EXPRESS - Salah satu seniman Gianyar berpulang. Dia adalah I Nyoman Cerita, seniman asal Banjar Sengguan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Cerita meninggal karena penyakit maag akut yang dideritanya, Senin (18/10) saat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Ganesha. Padahal sehari sebelumnya, Cerita sempat melatih tari untuk maskot di SMPN 1 Singaraja. 



I Nyoman Cerita merupakan seorang seniman sekaligus akademisi seni pertunjukkan khususnya seni tari Bali yang serba bisa. Berbagai karya seni tari telah diciptakannya sehingga mendiang sangat berperan terhadap perkembangan seni tari di Bali. Tak hanya mampu menciptakan gerakan tari, Dosen ISI Denpasar ini juga mampu menciptakan tabuh serta konsep kostum dari sebuah tarian.



Menurut anak mendiang, I Kadek Puriartha, pada hari Sabtu (16/10), mendiang sang ayah masih beraktifitas seperti biasa bahkan berangkat ke Buleleng untuk melatih tari kebesaran SMPN 1 Singaraja. Setelah menginap semalam, Minggu (17/10) sore sang ayah pulang kerumahnya dalam kondisi yang biasa-biasa saja. Namun menjelang dini hari, mendiang mulai inguh (gelisah,Red). "Biasanya kalau maagnya kambuh asal mau bersendawa bapak pasti baikan, tapi ini tidak bisa makanya bapak inguh," ujar putra bungsu mendiang saat ditemui di rumah duka, Selasa (19/10). 



Atas kondisi tersebut, seniman yang eksis sejak tahun 1989 ini dilarikan ke 


Rumah Sakit Ganesha, Celuk. Sayangnya kondisi mending tak kunjung membaik dan dinyatakan meninggal dunia Senin (18/10) sekitar pukul 19.45 WITA. "Mungkin karena saking aktifnya bapak berkesenian jadi sering lupa makan, itu yang bikin bapak maag," imbuhnya. 



Berita mengenai berpulangnya I Nyoman Cerita pun menyebar cepat dan membuat kawan, sahabat, dan semua orang yang mengenal mendiang syok. Selama ini mendiang dikenal sebagai seniman yang multi talenta. "Kalau istilah Bali itu Nyeraki, atau serba bisa. Buat patung bisa, menggambar bisa, jadi beliau tidak hanya bisa satu bidang," bebernya.



Mendiang juga bahkan sudah malang melintang keliling dunia membawa seni dan budaya Bali. "Bapak sudah pernah keliling dunia, Eropa, Perancis, Australia. Tapi bapak tidak mau menonjol, ke kampus saja dia naik sepeda motor," sambungnya.



Sayangnya, diusianya ke 60 tahun, Nyoman Cerita harus pergi menghadap sang pencipta. Padahal mendiang baru mengajukan berkas untuk menjadi Guru Besar. Banyak karya seni yang telah diciptakan oleh mendiang dan menjadi fenomenal, mulai dari Tari Satya Brasta, Tari Garuda Wisnu Kencana, Tari Sekar Pucuk Bang, Tari Sekar Gumitir maskot Kabupaten Bangli dan masih banyak karya fenomenal lainnya. Karya fenomenalnya yang terakhir adalah Tari Barong Api di tahun 2016. 




Dimata anak-anaknya, mendiang merupakan sosok ayah yang menjadi kebanggan. Mendiang merupakan seniman yang tidak pelit ilmu karena memiliki prinsip semakin banyak dapat berbagai ilmu maka dirinya akan semakin bahagia. "Bapak adalah sosok kebanggan buat saya. Apapun karya yang digarapnya pasti fenomenal, bapak tidak pelit ilmu, sejak SMA di Kokar bapak sudah menciptakan karya-karya bahkan sampai disaat terakhirnya bapal masih berkarya," tandasnya.



Meskipun mengaku masih syok atas kepergian sang ayah, Puriartha mengatakan jika keluarganya telah mengikhlaskannya. Mendiang ayahnya pun akan diaben pada hari Minggu (24/10). Nyoman Cerita pergi meninggalkan seorang istri, Ni Made Seri, 63, dua orang anak yakni Ni Putu Wulandari dan I Kadek Puriartha serta 7 orang cucu.

Editor : Nyoman Suarna
#gianyar