Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Diisukan Dicoret dari PSN, Pembangunan Bendungan Sidan Masih 68 Persen

Rika Riyanti • Selasa, 10 Oktober 2023 | 02:01 WIB
Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana Kunjungi Proyek Bendungan Sidan
Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana Kunjungi Proyek Bendungan Sidan

DENPASAR, BALI EXPRESS - Pemerintah memutuskan untuk mencoret sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN). Penyebabnya mulai dari ketidaktersediaan dana hingga proyek yang tak kunjung mulai dibangun.

 

Demikian diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto belum lama ini. Salah satu yang turut terdepak dari PSN yakni proyek kawasan PU, Air Baku di Provinsi Bali. Proyek Air Baku yang masuk ke PSN yakni pembangunan Bendungan Sidan. 

 

 

PPPK Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali, Panca, yang membidangi bendungan mengatakan Bendungan Sidan memang masuk ke daftar PSN. “Untuk bendungannya ya bendungan Sidan masuk proyek PSN, kalau untuk air baku apakah sudah masuk PSN atau belum saya tidak paham. Kalau Bendungan Sidan dan proyek air bakunya beda lagi. Sepertinya itu masih proses design di Jakarta,” katanya, Senin (9/10).

 

 

Hingga kini, menurut Panca, Bendungan Sidan masih masuk dalam daftar PSN. “Bukan masih PSN, kalau yang dicoret itu katanya Bandara. Sampai saat ini bendungan Sidan masih masuk PSN,” ungkapnya. 

 

 

Pembangunan Bendungan Sidan yang rencananya akan rampung pada tahun 2023 dikabarkan mundur setelah Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Helson Siagian, sempat mengunjungi Bendungan Sidan pada Juni 2023 lalu. Mundurnya jadwal penyelesaian konstruksi Bendungan Sidan karena kadar air dalam tanah untuk penimbunan masih cukup tinggi. 

 

“Timbunan Bendungan Sidan bukan timbunan batu seperti Bendungan di Tamblang tetapi Bendungan dengan tanah yang sangat bergantung dari kadar air. Kalau kadar air terlalu tinggi itu otomatis tidak bisa dilakukan penimbunan cepat. Prosesnya harus berhenti sesaat sampai kadar airnya turun,” jelasnya. 

 

Sementara, kadar air yang ideal untuk timbunan di Bendungan Sidan itu 19 persen. Namun kenyataannya, saat ini kadar air di Bendungan Sidan diatas 22-25 persen. Dari 22-25 persen menuju ke 19 persen itu membutuhkan waktu. Ia pun memberikan contohnya, misalnya hari ini dilakukan penimbunan dengan ketinggian 5 meter maka prosesnya tidak bisa kita lanjut ke timbunan selanjutnya karena harus menanti kadar air turun dulu. 

 

“Itu yang menyebabkan ada potensi Bendungan Sidan alamai keterlambatan ini sudah disampaikan juga ke KSP, Dirjen, Pusat, ke Kementerian,” katanya. 

 

Disinggung terkait kapan Bendungan Sidan selesai dibangun, BSW Bali sudah mengusulkan perpanjangan waktu paling tidak pengerjaan bendungan akan rampung sampai Juni atau Agustus 2024. Pihaknya kini tengah menanti persetujuan pusat mengenai mundurnya penyelesaian konstruksi di Bendungan Sidan. 

 

 

“Saat ini secara total itu sudah 68 persen. Dari 2018, di satu lokasi di Petang, Badung,” ungkapnya.(*)

Photo
Photo
Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #PSN #badung #Bendungan Sidan #proyek