Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengejutkan! Ternyata Ini Penyebab Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali: Pantas 16 Orang Belum Ditemukan

Nyoman Suarna • Kamis, 24 Juli 2025 | 20:09 WIB
KMP Tunu Jaya Pratama saat bersandar di dermaga LCM Ketapang.
KMP Tunu Jaya Pratama saat bersandar di dermaga LCM Ketapang.

BALIEXPRESS.ID – Fakta mengejutkan akhirnya terkuak di balik tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali, Kamis (3/7/2025).

Berdasarkan hasil investigasi Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), kecelakaan maut itu disebabkan oleh kelebihan muatan hingga 400 ton.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengungkapkan bahwa kapal buatan tahun 2010 tersebut seharusnya hanya mengangkut maksimal 137,7 ton. Namun kenyataannya, kapal tersebut justru membawa sekitar 538,8 ton muatan saat kejadian nahas itu terjadi.

“Kemampuan muat kapal hanya 138 ton, tapi saat kejadian mengangkut 538 ton. Artinya kelebihan sekitar 400 ton, bahkan hampir tiga kali lipat dari batas aman,” jelas Soerjanto di Pelabuhan ASDP Ketapang, Rabu (23/7/2025), dikutip dari Radar Banyuwangi.

KMP Tunu Pratama Jaya tercatat membawa 22 kendaraan yang terdiri dari 8 kendaraan golongan VII, 3 kendaraan golongan VIB, 3 kendaraan golongan VB, 3 kendaraan golongan IVB, 4 kendaraan golongan VIA dan 1 kendaraan golongan II.

Padahal, kapasitas ideal kapal hanya diperuntukkan bagi 14 mobil kecil dan 9 truk sedang, serta maksimal 60 penumpang.

Dengan bobot muatan yang jauh melebihi kapasitas, kapal pun diduga mengalami overdraft—yakni tenggelamnya lambung kapal karena kelebihan beban.

Lebih parah lagi, ditemukan bahwa boarding pass kendaraan tidak mencantumkan bobot aktual (tertulis 0 kilogram), sehingga mempersulit perhitungan distribusi beban yang seharusnya dilakukan sebelum pelayaran.

“Ini sangat berbahaya. Banyak kapal di Indonesia yang masih beroperasi dalam kondisi overdraft, dan KMP Tunu Pratama Jaya kemungkinan besar salah satunya,” tambah Soerjanto.

Tragedi ini terjadi saat kapal menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Lokasi tenggelam tercatat di koordinat -08°09.371', 114°25.1569'.

Pada pukul 00.16 WITA, kapal sempat mengirim sinyal darurat ke dermaga LCM Gilimanuk. Namun tiga menit kemudian, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout dan langsung tenggelam.

Hingga hari ke-20 pencarian (Senin, 21 Juli), Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi karena tidak menemukan lagi korban baru.

Dari 65 orang yang tercatat dalam manifes, berikut hasil evakuasi:

Editor : Nyoman Suarna
#selat bali #KMP Tunu Pratama Jaya #tenggelam #kelebihan muatan