Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cegah Dampak Cuaca Ekstrem, Polres Buleleng Gelar Apel Siaga Bencana

Dian Suryantini • Rabu, 5 November 2025 | 20:31 WIB

Apel kesiapsiagaan bencana di Polres Buleleng
Apel kesiapsiagaan bencana di Polres Buleleng

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Cuaca ekstrem yang tengah melanda sebagian besar wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak. Peningkatan curah hujan, angin kencang, dan potensi tanah longsor kini mengancam banyak daerah, termasuk Kabupaten Buleleng yang memiliki karakter geografis perbukitan dan pesisir dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.

Sebagai langkah antisipasi, Polres Buleleng bersama instansi terkait menggelar Apel Kesiapan Penanggulangan Bencana Akibat Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi pada Rabu (5/11) di Lapangan Mapolres Buleleng. Kegiatan ini diikuti oleh unsur TNI, Sat Pol PP, Dinas PUTR, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPBD, Basarnas, PMK, dan Satgas Bencana Desa Gitgit.

Apel kesiapan ini digelar sebagai bentuk keseriusan aparat dan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman bencana di musim hujan. Kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas instansi menjadi fokus utama kegiatan tersebut.

Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan semua pihak dalam menghadapi potensi bencana. Ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan risiko bencana alam tertinggi di dunia.

“Bencana alam adalah tantangan global yang memerlukan kesiapan luar biasa. Indonesia yang berada di Cincin Api Dunia memiliki potensi bencana tinggi. Berdasarkan data BNPB hingga 19 Oktober 2025, tercatat lebih dari 2.600 kejadian bencana di seluruh Indonesia — sebagian besar berupa banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor. Oleh sebab itu, kita semua harus siap menghadapi kemungkinan bencana serupa di wilayah Buleleng,” ujarnya.

Baca Juga: Rp4,2 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan Jalan Pegadungan–Petandakan

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sekitar 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan dengan puncaknya diperkirakan berlangsung pada November 2025 hingga Januari 2026. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kejadian bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia termasuk Bali dan Buleleng.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Widwan Sutadi memastikan bahwa seluruh jajaran Polres Buleleng telah menyiapkan langkah antisipasi secara menyeluruh, mulai dari kesiapan personel hingga sarana prasarana pendukung.

“Kami di Polres Buleleng bersama seluruh stakeholder sudah menyiapkan personel dan sarana prasarana termasuk melibatkan Polsek jajaran. Dalam hal penanggulangan bencana seluruh personil dilibatkan. Kapan pun terjadi, kami siap bergerak cepat untuk membantu masyarakat,” tegasnya.

Dalam apel tersebut, dilakukan pula pengecekan langsung terhadap peralatan tanggap darurat dan logistik, termasuk kesiapan kendaraan evakuasi, perahu karet, tenda pengungsian, serta perlengkapan medis. Pemeriksaan ini menjadi langkah penting untuk memastikan semua komponen siap siaga ketika bencana terjadi. ***

Editor : Dian Suryantini
#bencana #Geografis #cuaca ekstrem #indonesia #longsor