Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gempur Ikan Invasif! 2 Ton Red Devil Ditangkap di Danau Batur Kintamani

I Made Mertawan • Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:42 WIB
Ikan red devil Danau Batur siap dikirim ke Jembrana, Jumat (13/2/2026).
Ikan red devil Danau Batur siap dikirim ke Jembrana, Jumat (13/2/2026).

BALIEXPRESS.ID- Pemerintah bersama kelompok nelayan melakukan penangkapan ikan red devil di Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan ini sebagai upaya menekan penyebaran ikan invasif yang mengancam ekosistem perairan.  

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kajian BRIDA Provinsi Bali.

Hasil kajian menunjukkan ikan red devil telah mendominasi dan menjadi ancaman serius bagi biota asli Danau Batur.

Penangkapan dilakukan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Bali, BRIDA kabupaten dan provinsi, kelompok nelayan, serta dinas terkait lainnya.

Dari kegiatan tersebut, sekitar 2 ton lebih ikan red devil berhasil diangkat dari perairan danau.

Menurut Sarma, jumlah tangkapan sebenarnya masih berpotensi lebih besar, namun kondisi cuaca hujan menjadi kendala dalam proses penangkapan di lapangan.

"Kalau tidak hujan, target awal 5 ton dalam seminggu," kata Sarma.

Pemerintah selanjutnya memfasilitasi kelompok nelayan untuk menjual hasil tangkapan tersebut ke unit pengolahan ikan menjadi tepung di Pengambengan, Jembrana.

Pengangkutan hasil tangkapan juga difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Penangkapan ini dijadikan percontohan agar nelayan terdorong rutin menangkap ikan red devil.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bangli juga merencanakan pelembagaan kerja sama guna menjamin kepastian suplai dan permintaan sebagai upaya pengendalian berkelanjutan.

"Red devil ikan invasif, oleh karena itu musuh bersama untuk melakukan pengendalian. Kami harapkan ikan red devil tidak mendominasi di Danau Batur," harapnya.

Seperti diketahui, red devil ini membuat resah nelayan di Danau Batur. Ikan predator ini memangsa ikan lain, sehingga terjadi penurunan populasi ikan endemik di Danau Batur.

Oleh karena itu, nelayan berharap ada upaya pengendalian serius dari pemerintah. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Danau Batur #Kintamani #Ikan red devil