Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Parade Ogoh-ogoh dalam Kasanga Fest Digelar Layaknya Pembukaan PKB

Putu Resa Kertawedangga • Rabu, 4 Maret 2026 | 15:47 WIB

Persiapan pelaksanaan Kasanga Fest di Lapangan Puputan Badung, Rabu (4/3).
Persiapan pelaksanaan Kasanga Fest di Lapangan Puputan Badung, Rabu (4/3).

BALIEXPRESS.ID - Pemkot Denpasar kembali akan menggelar Kasanga Festival (Kasanga Fest) pada 6 - 8 Maret 2026 di kawasan Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung.

Dalam pelaksanaannya di tahun ini akan dilaksanakan parade ogoh-ogoh layaknya peed aya dalam pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB).

Parade atau pawai ini pun akan berlangsung sepanjang 290 meter di hari pelaksanaan Kasanga Fest.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, tahun ini penyelenggaraan tidak lagi dikonsentrasikan di kawasan Catur Muka.

Hal ini untuk mengurai penonton agar tak numplek di kawasan Catur Muka.

"Sebagai gantinya, sistem karnaval atau mepeed akan diterapkan agar penonton tersebar di berbagai titik sepanjang rute parade, sehingga tidak terjadi penumpukan massa seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Arya Wibawa, rabu (4/3).

Pihaknya menyebutkan, pawai akan dimulai dari depan Jayasabha atau rumah jabatan Gubernur Bali, berkeliling satu kali di kawasan Catur Muka, kemudian terus bergerak ke arah selatan hingga berakhir di Jalan Gajah Mada ujung selatan Lapangan Puputan Badung.

Guna menjamin kelancaran, jalur di sepanjang Jalan Udayana akan dipasangi pembatas atau barrier guna memastikan tidak ada penonton yang masuk ke barisan belakang ogoh-ogoh saat atraksi berlangsung.

Selain itu, Arya Wibawa pun menyatakan, untuk tahun ini difokuskan pada penampilan seni, tanpa ada konser musik.

“Untuk stan kuliner semuanya kuliner tradisional bali yang dikelola oleh STT,” paparnya.

Wakil Ketua Panitia Kasanga Fest, I Gede Yogi Pramana menyampaikan, pelain parade utama, festival ini juga dimeriahkan dengan lomba ogoh-ogoh mini, sketsa, tapel, hingga pertunjukan barong, baleganjur, dan parade ogoh-ogoh IGTKI.

Seluruh stan kuliner yang tersedia pun difokuskan pada makanan tradisional Bali yang dikelola oleh para STT, serta diperkuat dengan penerapan manajemen sampah untuk memilah limbah selama acara berlangsung.

Dalam aspek penilaian, Anom Ranuara menegaskan kedisiplinan dan kerapian menjadi poin krusial.

Lima orang juri pun akan melakukan tinjauan langsung untuk memastikan peserta telah merealisasikan revisi sesuai catatan sebelumnya.

“Penilaian dilakukan sepanjang rute dari start hingga finish layaknya sistem Peed Aye di PKB. Juri tidak segan-segan untuk langsung mengeluarkan orang di luar regu atau melakukan pemotongan nilai demi menjaga integritas kreativitas dan keutuhan penampilan,” jelasnya.

Pihaknya pun menerangkan, akan ada 16 ogoh-ogoh yang dibawa ke kawasan Lapangan Puputan Badung.

Seluruh ogoh-ogoh akan memasuki kawasan acara sejak 6 Maret 2026 dini hari.

“Proses loading di hari H hingga batas waktu jam dua siang. Seluruh ogoh-ogoh tersebut akan terparkir rapi mulai dari depan Jayasabha hingga Jalan Kaliasem sebelum memulai pawai pada jam lima sore,” paparnya.

Untuk diketahui, dalam lomba ogoh-ogoh ini juara I akan mendapat hadiah Rp 50 juta, juara II Rp 40 juta, dan juara III Rp 30 juta.

Sementara untuk juara harapan masing-masing, juara harapan I Rp 20 juta, harapan II Rp 15 juta, dan harapan III Rp 10 juta.

Untuk lomba ogoh-ogoh mini mesin, juara I akan meraih Rp 10 juta, juara II Rp 8 juta, dan juara III Rp 6 juta.

Pada kategori non-mesin, hadiah yang diberikan sesuai juara dari Rp 8 juta, Rp 6 juta, dan Rp 4 juta.

Terakhir untuk lomba sketsa ogoh-ogoh, pemenang akan mendapatkan hadiah Rp 5 juta, Rp 4 juta, hingga Rp 3 juta. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#pemkot Denpasar #parade #ogoh-ogoh #pkb #Kasanga Fest