Di Bali, pohon Kayu Jelema dipercaya dapat mengobati penyakit. Seperti misalnya sakit tulang atau sakit yang lainnya, yang digunakan adalah kulitnya. Dalam istilah Bali disebut babakan.
“Banyak yang mencari babakan ini untuk dijadikan obat. Percaya tidak percaya, setelah menggunakan bahan Kayu Jelema ini sakit mereka berangsur membaik dan sembuh,” terang Kepala Desa Panji Anom, Nyoman Mustanda, Minggu (12/2) lalu.
Secara alami pohon Kayu Jelema di Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng tumbuh subur. Tumbuhan ini akan banyak dijumpai di tengah hutan. Batang pohonnya tidak terlalu besar, memiliki daun menyerupai daun rambutan serta getah berwarna merah. “Bila disayat, getahnya itu warnanya merah. Seperti darah manusia, makanya dinamakan Kayu Jelema,” ungkapnya.
Meski banyak tumbuh di hutan Desa Panji Anom, untuk mendapatkan kulit kayu atau babakan Kayu Jelema tidak lah mudah. Selain harus masuk ke dalam hutan, para pencari babakan ini harus membawa banten daksina.
Pohon Kayu Jelema ini termasuk pohon yang disakralkan masyarakat desa. “Biasanya yang meminta (nunas) ke sini membawa banten. Istilahnya meminta izin untuk mencari babakan yang digunakan untuk obat,” kata dia. (dhi/wan)
Editor : I Komang Gede Doktrinaya