BALI EXPRESS - Memudahkan umat mempelajari, memahami, dan menerapkan ajaran Hindu dalam kehidupan sehari-hari, agama Hindu disusun dalam Tri Kerangka Agama Hindu.
Pelaksanaannya pun telah lumrah dilakukan pada kehidupan sehari-hari. Hanya saja banyak yang belum mendalami filsafatnya.
Penyuluh Agama Hindu, Luh Putu Deny Purwanti, menerangkan, Tri Kerangka Agama Hindu terdiri dari Tatwa, Susila, dan Upacara.
Dalam Tatwa terdapat dua bagian, yaitu Brahma Widya (Widya Tattwa) terdiri dari Widhi Tattwa dan Tattwa Upacara.
Widhi Tattwa yang juga disebut Brahma Widya adalah falsafah ajaran tentang Sang Hyang Widhi Wasa yang dimuat dalam kitab suci Weda yang langgeng dan abadi.
Widhi Tattwa mengupas tentang ketuhanan, bagaimana menghaturkan ucapan terima kasih atas semua yang diberikan pada umat manusia.
Susila atau etika memuat ajaran dan petunjuk moral berperilaku baik. Sering juga disamakan dengan Dharmasastra, terdiri dari samania dharmasastra, nitya dharmasastra, naimitika dharmasastra dan kamya dharmasastra.
Samania dharmasastra artinya mirip, identik, serupa. Samania dharmasastra artinya dharma itu identik/mirip/serupa kitab suci, agama, sastra-sastra dan ilmu pengetahuan.
Naimitika Dharmasastra artinya etika atau tata susila yang berlaku di dalam lingkungan atau kelompok terbatas.
"Kamya Dharmasaatra, kamya artinya wajib. Ada hal-hal yang wajib dilaksanakan umat Hindu. Misalnya melakukan upacara Panca Yadnya, melakukan sembah bhakti kehadapan Hyang Widhi," ungkap Deny.
Sedangkan upacara adalah ritual atau tatacara yang memuat aturan-aturan untuk melaksanakan kegiatan ritus tertentu dari agama.
"Ada lima yadnya yang dilakukan yaitu Dewa yadnya, Rsi yadnya, Pitra yadnya, Manusia yadnya dan Bhuta yadnya," pungkasnya.
Tattwa, Susila dan Upacara merupakan satu kesatuan dalam pelaksanaannya. Misalnya, bila akan melakukan persembahyangan ke pura, sebelum datang di pura, pikiran dan perasaan sudah ditujukan ke hadapan Hyang Widhi.
Editor : Nyoman Suarna