Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Nambangnya Sulit, Begini Alasan Batu Pulaki Harganya Selangit

I Putu Mardika • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 21:43 WIB

Ragam hiasan asesoris yang terbuat dari batu pulaki (ist)
Ragam hiasan asesoris yang terbuat dari batu pulaki (ist)
BALIEXPRESS.ID-Batu Permata Pulaki yang berada di wilayah Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali tidak hanya dijadikan sebagai pedagingan dalam panca datu oleh umat Hindu Bali.

Batu Pulaki juga acapkali diolah menjadi beragam aksesoris yang bernilai jual tinggi. Tak mengherankan, banyak kolektor selaku pecinta batu Pulaki yang memburunya.

Pencinta batu akik, tentu tidak asing lagi dengan keberadaan Batu Pulaki. Mengingat batu akik Pulaki yang berada di desa Banyupoh, kecamatan Gerogak, Buleleng bisa dikatakan sebagai ciri khas batu akik yang terdapat di kabupaten Buleleng.

Desa Banyupoh secara geografis terdapat di lereng perbukitan, membuat pemandangan alam yang begitu indah.

Kokohnya dan kerasnya lereng perbukitan menyimpan harta karun berupa bebatuan yang telah menghasilkan berbagai aksesoris yang memikiki nilai estetik dan spiritual yang tinggi.

Tidak lengkap rasanya bagi penggemar batu pulaki kalau belum mengoleksi aksesoris yang terbuat dari batu Pulaki.

Baca Juga: Dahulu Menjadi Tempat Mpu Kuturan Memantau Besakih, Begini Sejarah Pura Peninjoan

Beraneka jenis batu pulaki dapat diolah menjadi beberapa aksesoris, yang memiliki nilai estetik bahkan ekonomis yang tinggi.

Dosen Filsafat STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Ida Bagus Putu Eka Suadnyana, SH.H, M.Fil.H menyebutkan dari hasil risetnya bagi para penekun spiritual, batu Pulaki diyakini dapat berpengaruh bagi orang yang memiliki, atau menggunakan aksesoris yang berbahan batu Pulaki.

Tidak ketinggalan pula penekun spiritual tentu tidak asing lagi dengan berbagai jenis batu pulaki terdapat di kawasan pulaki, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerogak Kabupaten Buleleng. Keanekaragaman jenis batu pulaki telah tersohor hingga kemancanegara.

Demikian pula dari segi harga mampu bersaing dengan batu-batu mulia dari luar negeri. Ketenaran batu pulaki membuatnya sangat digemari dan diburu oleh pencinta batu permata.

Oleh sebab itu batu pulaki dapat diolah menjadi beberapa kerajinan salah satunya adalah permata. Hampir semua jenis batu pulaki dapat diolah menjadi perhiasan.

Batu yang digunakan sebagai permata, didapat dari kawasan perbukitan pulaki.

Untuk memudahkan masyarakat sekitar mengidentifikasi dari lokasi yang berada di tengah perbukitan bahkan hutan semak.

Masyarakat setempat menyebut dan memberikan nama tempat-tempat yang biasanya digunakan sebagai tempat untuk menambang batu seperti tukad kesambi, pangkung Jahe, Pangkung Tibah, dan Tukad Banyu Poh.

“Penamaan ini di dasarkan atas tanaman yang dominan pada lokasi penambangan batu pulaki tersebut. Untuk menuju lokasi penambangan batu jarak dari desa ke lokasi kurang lebih memakan waktu paling lama 3-7 jam berjalan kaki,” katanya.

Batu-batu yang didapat di lokasi tersebut, tidak serta merta berbentuk permata, namun masyarakat melakukan galian, atau memecah kerasnya tebing yang ada.

Termasuk juga memecah batu-batu yang ada diseputaran lokasi penambangan.

“Penambangan yang dilakukan tetap memperhatikan keamanan alam dan lingkungan sekitarnya. sehingga tidak terkesan merusak alam,” sebutnya.

Batu-batu yang ditemukan di lokasi penambangan dibelah kecil sehinga tidak begitu berat untuk dibawa keluar dari penambangan tersebut, dengan didahului memilih batu-batu yang memungkinkan kalau diolah menjadi perhiasan.

Batu-batu yang dikumpulkan oleh  masyarakat Banyupoh dilakukan oleh masyarakat penambang, adapula yang dilakukan oleh pengerajin langsung.

Baca Juga: Penasaran! Ada Kuburan tak Biasa di Dalam Pura Ulun Swi Jimbaran, Begini Ceritanya

Namun yang lebih banyak dikumpulkan oleh masrakat penambang, setelah itu dijual kepada pengepul yang juga sekaligus sebagai pengrajin.

Barang yang terkumpul di pengepul yang sekaligus juga sebagai pengrajin, dipilah dan dipilih. Tentu tidak semua pecahan batu-batu yang didapat dapat digunakan sebagai permata. 

Batu-batu yang dipilih berdasarkan atas kandungan unsur logam yang terdapat didalamnya, serat-serta loga, serta warna dari batu tersebut.

Dari berbagai olahan batu Pulaki menghasilkan berbagai aksesoris yang memiliki nilai estetika dan spiritual yang tinggi.

“Kreatifitas dari pengrajin batu pulaki tidak saja digunakan sebagai permata, namun batu pulaki juga digunakan sebagai beberapa perhiasan lainnya seperti mainan kalun atau liontin,” ungkapnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#batu akik #bali #Aksesoris #hindu bali #gerokgak #hindu #Batu Pulaki #buleleng