Merintis dari Pulpen, Gede Suarsa Kembangkan Kerajinan Bambu di Buleleng

BALIEXPRESS.ID – Sebatang bambu di tangan Gede Suarsa Ariawan bukan sekadar bahan mentah.
Melalui ketekunan dan kreativitasnya, bambu disulap menjadi pulpen, tumbler, sedotan hingga asbak dengan sentuhan seni khas Bali.
Goresan gambar wayang pada pulpen bambu menjadi salah satu ciri yang membedakan produknya dari kerajinan sejenis.
Baca Juga: Pansus I DPRD Karangasem Hitung Dampak Penutupan Amankila, PAD Terancam Susut Rp6 Miliar
Warga Banjar Menasa, Desa Sinabun, Kecamatan Sawan, Kabupaten Klungkung ini merintis usaha kerajinan bambu secara mandiri sejak 2019.
Melalui Manasa Handycraft, ia berupaya membuktikan bahwa bahan sederhana yang tumbuh di lingkungan sekitar dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi ketika diolah dengan kreativitas.
Perjalanan itu bermula dari pulpen bambu. Berbekal bahan baku yang relatif mudah ditemukan, Gede Suarsa mulai bereksperimen mengolah bambu menjadi benda fungsional.
Baca Juga: Perhiasan Emas dan Gelang Perak Hilang dari Lemari, Warga Jumpai Klungkung Rugi Rp11 Juta
Seiring waktu, produk yang dihasilkan semakin beragam. Ia tidak hanya mengutamakan fungsi, tetapi juga menghadirkan unsur estetika dan identitas budaya Bali.
Salah satu daya tarik produknya terletak pada gambar wayang yang dilukis langsung di permukaan bambu.
Tidak menggunakan mal, ia mengandalkan keterampilan tangan untuk menghasilkan goresan yang menjadi karakter tersendiri pada setiap produk.
“Untuk menggambar wayangnya sekitar dua menit karena saya gambar langsung, tidak menggunakan mal,” ungkapnya, Selasa (13/10/2026).



