Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Hidup, Profil, dan Kekayaan Ni Luh Djelantik, Anggota DPD RI asal Bali: Dari Pasar Tradisional hingga Jadi Desainer Sepatu Kelas Dunia

I Putu Suyatra • Selasa, 10 Desember 2024 | 17:39 WIB
NI LUH DJELANTIK
NI LUH DJELANTIK

BALIEXPRESS.ID – Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, atau yang lebih dikenal dengan Ni Luh Djelantik, adalah sosok inspiratif yang sukses meniti karier sebagai perancang, politikus, dan pengusaha.

Kini menjabat sebagai anggota DPD RI perwakilan Bali, perjalanan hidupnya dipenuhi cerita perjuangan yang menginspirasi.

Dari seorang gadis kecil yang tak mampu membeli sepatu baru, ia kini dikenal dunia dengan karya sepatu eksklusif yang digunakan oleh selebriti papan atas seperti Uma Thurman, Gisele Bündchen, dan Paris Hilton.

Awal Kehidupan: Sepatu Rusak yang Mengubah Takdir

Dilahirkan pada 15 Juni 1975 di Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Buleleng, Niluh Djelantik berasal dari keluarga sederhana.

Kehidupan kecilnya penuh tantangan; kedua orang tuanya bercerai saat ia masih berusia satu tahun.

Bersama ibunya, ia bertahan hidup dengan berdagang di pasar.

Namun, keterbatasan ekonomi membuat Niluh kecil nyaris tak pernah memiliki sepatu baru.

Ia terpaksa memakai sepatu bekas yang selalu terlalu besar, hingga akhirnya nyaman dipakai saat sudah rusak.

Pengalaman tersebut justru menanamkan obsesi pada alas kaki.

“Dari sepatu yang tak pernah muat itulah, saya belajar pentingnya kenyamanan dan kualitas,” kenang Djelantik.

Pendidikan dan Awal Karier

Ni Luh Djelantik menempuh pendidikan di Singaraja hingga SMA sebelum melanjutkan ke Universitas Gunadarma pada 1994 sambil bekerja.

Setelah lulus pada 1999, ia kembali ke Bali dan memulai karier di perusahaan busana milik desainer Amerika, Paul Ropp.

Berkat keahliannya, ia dipercaya menjadi direktur marketing, membawa perusahaan itu meraih kesuksesan besar dengan peningkatan penjualan hingga 430%.

Namun, ujian datang ketika ia jatuh sakit di New York, memaksanya pulang ke Bali.

Dari situ, ia memulai babak baru dalam hidupnya bersama suaminya, Cedric Cador, mendirikan label Nilou.

Perjuangan di Balik Kesuksesan Nilou

Nilou menjadi langkah awal Djelantik meraih perhatian dunia.

Sepatu buatannya mulai dikenal di Eropa, bahkan dipesan hingga 4.000 pasang.

Deretan bintang Hollywood seperti Tara Reid, Julia Roberts, dan Robyn Gibson pun menjadi penggemar setia.

Namun, kesuksesan itu tak lepas dari tantangan. Tawaran untuk memproduksi secara massal di Tiongkok ditolaknya demi menjaga kualitas.

Keputusan ini berujung pada kehilangan hak paten atas Nilou, yang diproduksi secara ilegal di Hong Kong.

Dari kegagalan itu, ia bangkit dengan meluncurkan label baru, Niluh Djelantik, yang dipatenkan pada 2008.

Dari Bali ke Dunia: Sepatu dengan Kualitas Tanpa Kompromi

Dengan fokus pada pengerjaan manual dan bahan berkualitas tinggi, Niluh Djelantik melahirkan sepatu yang tak hanya elegan tetapi juga nyaman.

Label ini meraih berbagai penghargaan, termasuk Best Fashion Brand & Designer dari The Yak Awards pada 2010.

Bahkan, sepatu Niluh Djelantik berhasil masuk ke Globus Switzerland, retailer terkemuka, serta memperluas pasar ke Rusia pada 2012.

Politik dan Bisnis: Membawa Bali ke Kancah Internasional

Kini, selain menjalankan bisnis sepatu, Niluh Djelantik aktif di dunia politik sebagai anggota DPD RI dengan perolehan suara 377.152.

Ia terus memperjuangkan isu-isu lokal Bali, termasuk pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi kreatif.

“Setiap sepatu yang saya buat membawa cerita Bali, membawa kehangatan tanah kelahiran saya,” ujar Djelantik.

Menginspirasi Generasi Masa Depan

Perjalanan hidup Niluh Djelantik adalah bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih mimpi.

Dari pasar tradisional hingga pentas dunia, ia menunjukkan bahwa kerja keras dan keteguhan hati mampu mengubah takdir.

Kini, ia menjadi inspirasi bagi banyak perempuan Indonesia untuk terus berkarya dan bermimpi besar.

Rincian Kekayaan yang Mencengangkan

Ni Luh Djelantik melaporkan kekayaan yang terdiri dari aset tanah, bangunan, kendaraan, dan kas tunai seperti dikutip dari LHKPN.

Berikut beberapa sorotan menarik dari laporan tersebut:

  1. Tanah dan Bangunan: Kekayaan terbesar berasal dari 16 aset properti bernilai total Rp36 miliar, tersebar di Bali, Jakarta Selatan, hingga Klungkung. Salah satunya, tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp7 miliar, dan properti di Denpasar yang mencapai Rp5,3 miliar.

  2. Koleksi Kendaraan: Ia juga memiliki koleksi kendaraan senilai Rp796 juta, termasuk mobil Mitsubishi Pajero Sport (2019) seharga Rp572 juta, serta beberapa motor klasik seperti Vespa 150 tahun 2012.

  3. Kas dan Setara Kas: Djelantik mencatatkan kas tunai sebesar Rp395 juta, yang turut memperkuat posisinya sebagai salah satu calon legislatif dengan kekayaan besar.

Baca Juga: Kembali Raih Prestasi Internasional, Garuda Emas Juara di Shukaido International Karate Open Championship 2024 Malaysia

Total Harta Kekayaan

Setelah dikurangi utang sebesar Rp3,7 miliar, total harta kekayaan Djelantik mencapai Rp33,5 miliar.

Laporan ini menjadi bukti kesuksesan kariernya, baik sebagai pengusaha maupun calon anggota legislatif. ***

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#lhkpn #kekayaan #ni luh djelantik #DPD RI #sepatu