
BALIEXPRESS.ID – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali mendorong Ketua DPW Partai Perindo Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya alias Jro Bima, meminta pemerintah mengevaluasi Direktur Utama Pertamina.
Menurut Jro Bima, gangguan pasokan BBM tidak hanya menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan mencoreng citra pariwisata Bali.
Antrean kendaraan dan keterbatasan pasokan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Denpasar, Badung, dan Tabanan.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga menyebut keterlambatan pasokan Pertalite menjadi salah satu faktor yang memicu gangguan distribusi. Perusahaan pun berupaya memulihkan penyaluran BBM.
Baca Juga: Membangun Indonesia dari Desa, BRI Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan melalui Kopdes Merah Putih
Jro Bima menilai persoalan tersebut perlu dilihat lebih jauh daripada sekadar kendala teknis distribusi.
Sebab, ketersediaan BBM berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, kegiatan usaha, hingga keberlangsungan sektor pariwisata yang menjadi penopang perekonomian Bali.
"Ketersediaan BBM merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, pelaku usaha, serta sektor pariwisata yang menopang perekonomian Bali. Antrean panjang dan kesulitan mendapatkan bahan bakar dapat mengganggu mobilitas warga maupun aktivitas ekonomi,” katanya, Kamis (15/10).
Ia juga mempertanyakan penjelasan manajemen Pertamina terkait penyebab terganggunya pasokan.



