Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

BIKIN HARU! Lewat Lagu ‘Sentane Ketundung’, Tude Ungkap Kisah Hidup Usai Nyentane

Wiwin Meliana • Selasa, 1 Juli 2025 | 17:45 WIB

Lagu Sentane Ketundung viral di media sosial
Lagu Sentane Ketundung viral di media sosial

BALIEXPRESS.ID-Blantika musik Bali kembali diramaikan dengan pendatang baru I Putu Gede Ikhwantara atau yang akrab disapa Tude.

Melalui single perdana yang berjudul Sentane Ketundung, Tude mampu mencuri perhatian penikmat lagu Bali.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Sampaikan 4 Langkah Strategis Perusakan Rumah Retret Di Sukabumi: Siap Kawal Proses Hukum

Lagu yang dirilis pada 7 Juni 2025 lalu bahkan telah ditonton hingga 621 ribu kali.

Selain lirik lagunya yang menyentuh, kisah lagu Sentane Ketundung juga diklaim sebagai kisah nyata dari penyanyinya sendiri.

Lagu yang digarap apik oleh Penyanyi Made Ade Mahardika ini bahkan viral di media sosial Tiktok.

Lagu ini semakin viral usai huru hara dari pihak sang istri Tude mulai angkat suara usai lagu tersebut viral.

Lagu Sentane Ketundung berkisah tentang seorang laki-laki yang rela Nyentane (menikah ikut dengan perempuan) demi menolong seorang wanita yang tengah berbadan dua.

Baca Juga: Pertama Kalinya, Mahasiswa PBID UPMI Bali Lulus Tanpa Skripsi, Tuntaskan Tugas Akhir Lewat Buku Sastra dan Jurnalistik

Akan tetapi setelah sang anak lahir dan mendapat pengakuan ayah, si pria justru diusir dari rumah.

“Diangkat dari kisah perjalanan hidup TUDE ketika nyentane ke Bali, yang berharap mendapatkan perlakuan baik tetapi malah sebaliknya,” tulis keterangan dalam Youtube Made Ade dikutip pada Selasa (01/07/2025).

Nyentana adalah sebuah tradisi perkawinan dalam adat Bali di mana seorang pria mengikuti keluarga istrinya, tinggal di rumah pihak perempuan, dan keturunannya dianggap sebagai bagian dari garis keturunan keluarga pihak perempuan. 

Ini adalah bentuk perkawinan yang tidak umum dalam sistem kekerabatan patrilineal di Bali, yang biasanya menempatkan garis keturunan pada pihak laki-laki. 

Perkawinan nyentana biasanya dilakukan ketika sebuah keluarga tidak memiliki anak laki-laki, dan bertujuan untuk melanjutkan garis keturunan keluarga pihak perempuan. 

Baca Juga: Emak-Emak Curi 3 HP dan Uang Penunggu Pasien RSUD, Modusnya Pura-Pura Jadi Pengunjung

Dalam perkawinan nyentana, pihak laki-laki (suami) akan "pindah" ke keluarga pihak perempuan, dan semua keturunannya akan mengikuti garis keturunan pihak perempuan. 

Pihak laki-laki yang melakukan perkawinan nyentana akan kehilangan hak waris dari keluarga asalnya, dan statusnya dalam keluarga pihak perempuan akan menjadi seperti anak laki-laki, yang dalam adat Bali disebut "sentana rajeg". 

Editor : Wiwin Meliana
#lagu bali #Sentane Ketundung #viral