Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Saraswati ke Algoritma, Mau Kemana Arah Belajar Kita?

I
Penulis: I Putu Mardika❯
Made Hery Santosa, Ph.d Pendidik dan Peneliti Undiksha
Made Hery Santosa, Ph.D Pendidik dan Peneliti Undiksha

Advertisement

BALIEXPRESS.ID-Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah lanskap cara manusia belajar, bekerja, dan berkarya. Dalam hitungan detik, AI mampu menghasilkan tulisan, merangkum pengetahuan, bahkan menyusun gagasan kompleks.

 

Namun di balik kemudahan tersebut, muncul pertanyaan mendasar: apakah kita sedang membangun peradaban yang lebih cerdas, atau justru mempercepat praktik instan yang mengikis makna berpikir? Fenomena penyalahgunaan AI semakin terlihat dan nyata. Banyak yang menggunakan AI semata untuk menyelesaikan tuntutan, seperti tugas – bukan untuk memahami, apalagi mengkritisi. 

Advertisement

 

Menurut studi yang diterbitkan oleh jurnal Cognitive Research: Principles and Implications (2025) dan Trends in Cognitive Sciences (2016), proses berpikir yang seharusnya menjadi inti pembelajaran perlahan tergantikan oleh ketergantungan pada mesin – yang disebut sebagai “cognitive offloading” atau proses menggunakan alat lain (dalam hal ini AI) untuk berpikir dan menghasilkan produk pikir instan.

 

 

Jika ini terus menerus dilakukan, kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif berpotensi terkikis karena ketergantungan yang berlebihan pada teknologi – atau disebut sebagai “cognitive athrophy.” Di sinilah risiko besar muncul: menurunnya kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan refleksi mendalam – tiga hal yang justru menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan masa depan.

 

Momentum Hari Raya Saraswati menghadirkan refleksi yang sangat kontekstual, khususnya di masyarakat Hindu di Bali. Di hari raya ini, umat Hindu di Bali memuja Dewi Saraswati sebagai Sakti dari Dewa Brahma, berperan sebagai Pencipta, dan berdampingan menjaga siklus alamiah kehidupan bersama Dewa Wisnu (pemelihara) bersama Dewi Sri dan Dewa Siwa (Pelebur) bersama Dewi Durga.

Advertisement

Artikel Terkait

ASUS ProArt P14 dan P16 Resmi Hadir di Indonesia, Andalkan NVIDIA RTX Spark untuk AI Lokal

ASUS ProArt P14 dan P16 Resmi Hadir di Indonesia, Andalkan NVIDIA RTX Spark untuk AI Lokal

ASUS resmi menghadirkan ASUS ProArt P14 (H7407BA) dan ASUS ProArt P16 (H7607BA) di Indonesia pada 20 Oktober 2026. Kedua laptop yang ditujukan untuk kreator profesional ini mengandalkan superchip NVIDIA RTX Spark™

Memiliki Wawasan Glocal di Era AI: Think First, AI Later

Memiliki Wawasan Glocal di Era AI: Think First, AI Later

Kita sedang memasuki zaman ketika memperoleh jawaban jauh lebih mudah daripada merumuskan pertanyaan. Cukup mengetik beberapa kalimat ke ChatGPT, Gemini, Claude, Copilot, atau berbagai mesin berbasis AI, dalam hitungan d

Pemerintah Buka Ruang Partisipasi Publik, Literasi Digital Jadi Kunci Cegah Hoaks

Pemerintah Buka Ruang Partisipasi Publik, Literasi Digital Jadi Kunci Cegah Hoaks

Pemerintah terus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam memperkuat tata kelola ruang digital di Indonesia. Keterlibatan publik dinilai penting untuk memastikan kebijakan digital mampu mengikuti perkembangan teknologi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer