Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Strategi Pemasaran Gen Z: Menjual Pengalaman, Bukan Hanya Produk

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 15 Desember 2025 | 01:30 WIB

Ilustrasi pemasaran kepada Gen Z melalui teknologi.
Ilustrasi pemasaran kepada Gen Z melalui teknologi.

Indonesia memiliki potensi bisnis digital yang masif, didorong oleh generasi muda yang mahir teknologi. Data APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Interent Indonesia) pada penelitian yang dilakukan Wicaksono et al. (2023) menunjukkan bahwa 91,7 persen dari 196,71 juta pengguna internet di Indonesia berasal dari kelompok usia milenial dan Gen Z. Keunggulan ini diperkuat oleh survei KIC dan Kominfo (2021), yang mencatat bahwa 60 persen Gen Z memiliki literasi digital tinggi jauh melampaui kelompok baby boomers yang hanya 28 persen, dengan tingkat literasi digital yang tinggi ini, Gen Z memiliki keunggulan kompetitif yang jelas dalam memanfaatkan teknologi untuk kegiatan ekonomi dan bisnis.

Generasi Z atau yang sering terdengar dengan gen Z menunjukkan perilaku yang berbeda dari generasi sebelumnya. Perbedaan perilaku ini menjadi tantangan menarik karena sangat memengaruhi pola dan kebiasaan mereka sebagai konsumen. Pelaku bisnis perlu memahami karakter dari gen Z sehingga bisnis anda bisa membangun strategi dan pendekatan pemasaran yang tepat. Memahami karakter unik mereka seperti sifat digital native. Mari kita temukan kunci rahasia agar strategi pemasaran Anda berhasil menaklukkan hati generasi serba digital ini

Siapa Sebenarnya Gen Z ?

Penting untuk dicatat, Generasi Z adalah kelompok yang mencakup individu yang lahir dalam rentang tahun 1997 hingga 2012. Mereka menduduki posisi penting sebagai generasi yang hadir setelah Generasi Milenial (Millennials) dan tepat sebelum Generasi Alpha. Generasi yang dikenal dengan sebutan Zoomers ini julukan yang menandakan kedekatan mereka dengan kecepatan digital dan perangkat pintar. Generasi inilah yang membuat pasar selalu bergerak cepat dan menuntut hal-hal baru dari bisnis.

Generasi ini sangat mahir teknologi, generasi yang disebut sebagai “digital native” karena sudah akrab dan sering menggunakan media sosial serta ponsel sejak usia dini. Generasi ini dikenal sangat peka terhadap isu sosial, menghargai keberagaman, dan memiliki sikap yang sangat terbuka. Gen Z menganggap bahwa media sosial adalah penentu utama keputusan belanja mereka. Mereka bukan sekadar pengguna internet biasa, mereka adalah pencipta tren yang sangat kuat dan berpengaruh.

Gen Z terkenal sebagai pembeli yang sangat teliti. Mereka selalu riset mendalam sebelum membeli. Bagi mereka, belanja bukan sekadar klik, melainkan proses 'penelusuran' yang detail! Mereka akan membandingkan harga, ‘mengorek’ ulasan dari pembeli asli di berbagai media sosial, dan memastikan reputasi merek sebelum benar-benar mengeluarkan uang

Strategi Pemasaran Jitu untuk Meraih Hati Gen Z

Dikenal sebagai 'digital native' dan penguasa platform media sosial, Generasi Z kini menjadi kekuatan konsumen yang paling menantang sekaligus paling berharga. Berikut strategi pemasaran pelaku bisnis:

• Manfaatkan Pemasaran pada Media Sosial: Platform utama Pembelian Gen Z

Media sosial terbukti menjadi instrumen paling berpengaruh dalam membentuk perilaku pembelian Generasi Z, terutama untuk produk yang memerlukan keterlibatan emosional, Penelitian oleh Ahamed K. (2024) menegaskan bahwa media sosial berfungsi sebagai platform utama yang memengaruhi keputusan pembelian Gen Z, agar efektif pelaku bisnis perlu memanfaatkan konten yang kreatif seperti video dan gambar yang menarik serta membangun interaksi langsung. Fitur-fitur interaktif seperti polling (jajak pendapat) atau giveaway (hadiah) dinilai sangat efektif dalam menarik perhatian generasi ini dan mendorong mereka untuk melakukan pembelian. Data dari Comscore platform YouTube menempati posisi teratas sebagai aplikasi media sosial dengan jangkauan tertinggi di kalangan pengguna internet Gen Z dengan angka sebesar 84 persen diikuti oleh pesaing utamanya, TikTok yang berhasil menarik 61 persen pengguna Gen Z. Posisi ketiga dan keempat diisi oleh Snapchat dan Instagram, dengan jangkauan masing-masing 58 persen dan 56 persen, platform Facebook sebesar 34 persen dan X 33 persen. Strategi promosi yang sukses untuk pelaku bisnis atau brand dianjurkan untuk memaksimalkan pemanfaatan dalam konten video, konten yang disajikan haruslah segar (fresh) dan relatable dengan pengalaman hidup mereka sehari-hari. Penggunaan konten video yang dinamis dan otentik dapat menjamin audiens Gen Z akan betah berinteraksi dan menonton, sehingga meningkatkan daya belinya.

Manfaatkan UGC (User-Generated Content)

Strategi pemasaran yang paling efektif untuk memengaruhi keputusan pembelian Generasi Z di media sosial adalah dengan memaksimalkan peran konten yang dibuat oleh pengguna (User-Generated Content/UGC) dan pemasaran viral. Menurut penelitian Penatas et al. (2025), ditemukan bahwa UGC memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen Gen Z. Temuan ini memberikan konfirmasi penting bagi pelaku bisnis dengan memanfaatkan partisipasi aktif pengguna dalam membuat dan menyebarkan konten jauh lebih efektif dalam membentuk keputusan pembelian Gen Z. Gen Z memiliki tingkat kepercayaan yang jauh lebih tinggi terhadap ulasan (review) jujur dari sesama pengguna. Konten yang berasal langsung dari pengguna (User-Generated Content atau UGC) membuat merek terasa lebih otentik dan mudah diterima oleh Gen Z. Bagi generasi ini, rekomendasi dari orang yang benar-benar telah menggunakan produk dianggap sebagai informasi yang lebih nyata, sehingga lebih berpengaruh dalam membentuk keputusan pembelian mereka.

Bangun Kepercayaan Konsumen

Penelitian Aprileny dan Jayanti (2025) kepercayaan konsumen Gen Z dinyatakan memengaruhi secara signifikan pada minat beli ulang produk. transparansi adalah kunci, jangan ragu untuk menampilkan ulasan yang jujur termasuk ulasan yang kurang sempurna dan tunjukkan respons brand yang profesional, sekaligus mendorong partisipasi Gen Z untuk berbagi pengalaman mereka sendiri secara langsung.

Gen Z menuntut pendekatan pemasaran yang lebih personal dan autentik. Literasi digital tinggi dan pola konsumsi informasi serba cepat membentuk tuntutan ini. Tiga strategi menjadi fondasi untuk merebut perhatian sekaligus loyalitas mereka. Media sosial merupakan saluran utama untuk berinteraksi. User-Generated Content (UGC) membangun otentisitas konten. Pembangunan kepercayaan memastikan hubungan jangka panjang. Pelaku bisnis harus mampu menyelami cara berpikir dan interaksi khas Gen Z saat itulah nilai dan relevansi sejati akan tercipta. ***

 

Oleh: Mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha, Desak Putu Sagita Shinta Pratiwi

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#pemasaran #bisnis #Gen Z