BALIEXPRESS.ID – Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman meskipun situasi geopolitik global sedang mengalami dinamika. Masyarakat pun diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang justru berpotensi mengganggu distribusi energi di dalam negeri.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, menegaskan bahwa stok BBM nasional dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk selama bulan Ramadan hingga puncak arus mudik Idulfitri 2026.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying atau penimbunan BBM yang justru bisa memicu kelangkaan di lapangan,” ujarnya.
Menurut Dwi, distribusi BBM ke berbagai wilayah Indonesia saat ini berjalan lancar. Pemerintah juga terus memantau perkembangan pasar energi global guna memastikan stabilitas pasokan energi di dalam negeri tetap terjaga.
Selain menjaga pasokan, pemerintah juga berkomitmen mempertahankan stabilitas harga BBM bersubsidi meskipun harga minyak mentah dunia mengalami fluktuasi. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Seperti yang telah disampaikan Menteri ESDM, harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan meskipun terjadi dinamika harga minyak dunia,” tegasnya.
Dari sisi operasional, kesiapan pasokan energi nasional juga diperkuat oleh Pertamina Patra Niaga sebagai ujung tombak distribusi BBM di Indonesia. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menyampaikan bahwa stok BBM nasional saat ini berada pada level aman.
“Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan cadangan normal yang selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional,” jelasnya.
Menanggapi perkembangan konflik geopolitik global, termasuk dinamika yang terjadi di kawasan Timur Tengah, Pertamina Patra Niaga juga telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Langkah tersebut meliputi diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan sistem logistik dan distribusi energi, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, pemerintah memastikan pasokan energi nasional tetap stabil dan aman. Sinergi antara pemerintah dan industri energi menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan energi, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang meskipun kondisi global tengah bergejolak. ***
Editor : I Putu Suyatra