BALI EXPRESS, SINGARAJA - Pulau Bali memiliki beragam jenis daya tarik wisata yang seakan tidak pernah habis untuk dieksplorasi. Jika selama ini, wisatawan yang datang ke Pulau Bali lebih konsentrasi untuk mengeksplorasi spot wisata di kawasan Bali Selatan, jangan salah, kawasan Bali Utara punya potensi wisata yang tak kalah. Di Kabupaten Buleleng misalnya. Kawasan ini memiliki banyak objek wisata nan eksotis.
Untuk diketahui, Buleleng merupakan kabupaten dengan wilayah terluas di Bali. Maka, tak salah jika daerah ini memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Nyoman Sutrisna dalam pertemuan dengan tokoh Pariwisata di Gedung BTB Provinsi Bali kemarin (6/10), mengatakan, saat ini Kabupaten Buleleng mulai dilirik oleh wisatawan, asing maupun sebagai salah satu destinasi untuk berwisata. “Hal ini dapat dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan ke Buleleng yang setiap tahunnya mengalami peningkatan,” jelasnya.
Karena sudah banyak wisatawan yang datang, maka akomodasi dan spot wisata di kabupaten Buleleng diakui Sutrisna juga semakin bertambah. Tidak saja jenis wisata alam, namun Kabupaten Buleleng juga memiliki banyak jenis pilihan wisata.
Mulai dari wisata sejarah dan budaya yang bisa dilihat dengan mengunjungi Klenteng Ling Gwan Kiong, Monumen Yudha Mandala Tama, eks Pelabuhan Buleleng, Puri Agung Buleleng hingga perpustakaan Perpustakaan Gedong Kirtya. Di tempat ini, menurut Sutrisna, Wisatawan akan diajak untuk melihat kejayaan Kabupaten Buleleng sebagai Pusat Pemerintahan Provinsi Bali sebelum tahun 1950.
Khusus untuk Pelabuhan Buleleng, lanjut Sutrisna, pemkab berupaya untuk mengembalikan kejayaan masa lalu tersebut dengan menyuguhkan beragam jenis atraksi wisata. “Pelabuhan Buleleng saat ini sudah mulai beraktivitas seperti dulu, yakni sebagai pelabuhan tempat bongkar muat barang dan persinggahan kapal pesiar asing,” lanjutnya.
Ketika mengunjungi The Royal Palace Singaraja atau Puri Agung yang dibangun pada tahun 1604, wisatawan akan diajak untuk melihat bagian penting dari warisan budaya Bali Utara. "Selanjutnya Gedong Kirtya adalah perpustakaan yang didirikan pada tahun 1928 oleh bangsa Belanda di Singaraja yang waktu itu berfungsi sebagai Ibu Kota Sunda Kecil," paparnya.
Selain menyimpan warisan budaya, Buleleng juga memiliki potensi wisata alam yang sangat menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah kolam permandian Air Sanih yang terletak di Jalan Air Sanih, Kubutambahan, Bukti, Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.
Kolam air Sanih ini dikatakan Sutrisna, sudah menjadi salah satu objek wisata yang melegenda bagi masyarakat Bali. Karena keberadaan kolam ini sudah ada sejak tahun 1930-an. Di kolam ini masyarakat bisa menikmati berenang di kolam air tawar dengan pemandangan laut Bali Utara.
Selain wisatawan sejarah, Kabupaten Buleleng dikatakan Sutrisna juga sudah memiliki kawasan wisata modern dan destinasi wisata Kuliner. Aktivitas wisata modern yang ada di Buleleng salah satunya Krisna Funtastic Land yang berada di dekat Pantai Lovina. "Aktivitas water sport juga sudah ada di Buleleng mulai dari flying fish, fly boards, parasailing, donut boats, banana boats, canoe dan berbagai jenis permainan menarik lainnya," sebutnya.
Di objek wisata yang berlokasi di Desa Temukus ini, Sutrisna mengatakan wisatawan yang datang bisa menikmati beragam wahana water sport seperti wahana water sport yang ada di kawasan Bali Selatan, tentunya dengan sensasi yang lebih seru dan menantang.
Editor : I Putu Suyatra