Tragedi Memilukan: Ibu dan Dua Anak Tewas Setelah Konsumsi Ikan Buntal, Berikut Fakta-fakta Mengerikan Soal Ikan Buntal
I Putu Suyatra• Jumat, 8 Maret 2024 | 22:38 WIB
Ikan Buntal
BALI EXPRESS - Sebuah tragedi memilukan mengguncang warga di Maluku Tengah, Maluku, setelah seorang ibu, Lenny Latuperissa (28), bersama dengan dua anaknya, Keisya Berhitu (5) dan Chrismen Berhitu (2), dikabarkan meninggal dunia akibat keracunan pada Selasa (5/3) lalu.
Dilansir dari Antara Kepri pada Jumat (8/3), ketiganya diduga keracunan setelah mengkonsumsi olahan ikan buntal yang disajikan oleh sang ayah, Steven Berhitu.
Tragedi ini menambah daftar kasus kematian akibat keracunan oleh ikan buntal di Indonesia.
Selain itu, kejadian ini menyoroti perlunya pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya ikan buntal.
Fakta-Fakta Mengerikan Mengenai Racun Tetrodotoksin pada Ikan Buntal
Ikan buntal memiliki kandungan racun tetrodotoksin yang sangat mematikan, bahkan dalam jumlah kecil sekalipun.
Racun ini diyakini lebih parah daripada sianida.
Orang yang terpapar racun ini bisa mengalami gejala seperti mati rasa pada mulut, mual, dan muntah.
Fakta mengejutkan lainnya adalah racun tetrodotoksin tidak akan hilang meski ikan buntal dimasak dengan berbagai cara atau bahkan dibekukan.
Di Jepang, sebagian besar kasus keracunan makanan disebabkan oleh racun ini, dengan beberapa kasus berujung pada kematian.
Pengolahan Harus Dilakukan dengan Ekstra Hati-Hati
Racun tetrodotoksin terdapat di bagian hati, kelenjar kelamin, dan kulit ikan buntal.
Sebelum dikonsumsi, bagian-bagian tersebut harus dihilangkan dengan cermat oleh koki atau ahli masak yang berpengalaman.
Jika tidak dieksekusi dengan benar, ada risiko racun menyebar ke daging ikan, meningkatkan bahaya bagi konsumen.
Tragedi ini menjadi peringatan akan pentingnya pengetahuan dan kewaspadaan dalam mengolah dan mengkonsumsi ikan buntal.
Juga perlunya regulasi yang lebih ketat untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang mengintai di balik kelezatan ikan ini. ***