Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ada “Pementasan” Wayang di Udara di Sanur International Kite Festival

I Putu Suyatra • Senin, 7 Agustus 2017 | 18:21 WIB
Photo
Photo

BALI EXPRESS, DENPASAR - Untuk pertama kalinya dipentaskan pagelaran kolosal wayang udara dalam event Sanur International Kite Festival (SIKF). Dalam ajang yang merupakan rangkaian Sanur Vilage Festival ini, sedikitnya 33 layang-layang yang berbentuk lakon pewayangan dan diterbangkan secara bersama-sama di langit Pantai Mertasari, Sanur, Sabtu (5/8).


 


Ketua Panitia SIKF 2017 Kadek Dwi Armika mengatakan, dalam pegelaran kolosal wayang udara ini turut melibatkan para pelayang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Tulungagung, Ponorogo, Magelang dan Jogjakarta. Selain itu turut andil dalam kegiatan ini adalag peserta mancanegara. Adapun tema yang diangkat pada pagekaran kali ini adalah Pewayangan Sutasoma. Di dalamnya turut diceritakan dasar negara Indonesia yakni Pancasila yang berazaskan Bhinneka Tunggal Ika.


 


Lebih lanjut dikatakan, permainan layang-layang dengan konsep pagelaran wayang kolosal ini adalah yang pertama di Bali dan Indonesia. Biasanya dalam setiap pagelaran wayang, identik dengan kelir dan dalang yang secara langsung memainkan wayang yang disertai dengan lakon di tangannya sendiri. Namun kali ini dalang hanya memainkan cerita saja, sedangkan untuk lakon dimainkan para pelayang. Dan langit menjadi kelirnya.


 


Suasana pementasan disamakan dengan pementasan wayang sebagaimana aslinya. Dalang tetap membawakan cerita sesuai dengan pakemnya, dan tentunya diiringi oleh gambelan semarepegulingan. “Jadi peran wayang yang diharapkan sang dalang untuk muncul, maka tokoh tersebutlah yang akan dosorot lampu LED,” jelas Dwi Armika.


 


Kegiatan yang  berlangsung selama empat hari sejak tanggal 3-6 Agustus 2017 ini  memadukan seni, aerodinamika, budaya, termasuk filosofi, sejarah dan imaji inovatif. Khusus untuk pementasan wayang di angkasa akan digelar pada Sabtu (5/8) pukul 18.30 hingga pukul 20.30 Wita, dengan tema “Bhinneka Tunggal Ika”, yang juga merupakan semboyan NKRI yang diambil dari kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular. Tema yang sarat filosofi ini diterjemahkan para kreator layang-layang dalam berbagai figur dari pewayangan.


 


 “Kali ini kami menyuguhkan sesi wayang di angkasa yang melibatkan pesinden dan dalang yang menggunakan berbagai bahasa, dilengkapi gamelan dan tata lampu yang spektakuler,” kata Dwi Armika.


 


Ketua Panitia Sanur Village Festival (SVF) Ida Bagus Gede Sidharta Putra berharap, acara ini mampu memunculkan gagasan baru dalam rangka mengembangkan kreasi layang-layang untuk menunjang industri ekonomi kreatif. Selain membantu kepariwisataan, pasti akan mendorong pertumbuhan ekonomi setempat.“Layang-layang bisa jadi oleh-oleh atau untuk dikoleksi, ini tantangan bagi para kreator,” katanya.


 



Sementara salah satu peserta SIKF, Sari Majid (Indonesia) dan Gerrad Cletment (Perancis) mengatakan event ini sangat bagus dan sangat menarik untuk kami para pencita layangan, hanya di Bali satu-satunya event layangan terbesar di dunia . “Event ini  tidak terlepas dari dukungan dari Pemkot Denpasar dalam memberikan wadah untuk pencinta layangan dalam berkreativitas. Kegiatan ini juga sebagai ajang rekreasi untuk pencinta layangan di macanegara yang memang harus terus dikembangkan dan dipertahankan sebagai suatu wadah dalam bentuk penguataan kebudayaan,” ujarnya sembari berteriak one sky one earth one family. 

Editor : I Putu Suyatra
#denpasar