Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tali Putus, Layangan Garuda Pancasila Gagal Terbang di Padanggalak

I Putu Suyatra • Jumat, 11 Agustus 2017 | 17:14 WIB
Photo
Photo

BALI EXPRESS, DENPASAR - Dengan mengerahkan sedikitnya 50-an anggota, Brigadir Mobil (Brimob) Polda Bali, mereka melakukan uji coba terhadap penerbangan layangan Garuda Pancasila di kawasan Pantai Padanggalak, Denpasar, Kamis (10/8). Sayangnya, uji coba tersebut gagal karena tali layangannya putus.


Menurut perancang layang-layang Garuda Pancasila, Brigadir Kadek Dwi Kusmawan, layangan Garuda Pancasila, ini dibuat atas inisiatif dari Kapolda Bali, Irjen. Pol. Petrus Reinhard Golose.


Keinginan ini muncul dikarenakan Bali dikenal dunia sebagai pulau yang memiliki banyak festival layang-layang. Dan terakhir, di beberapa ajang perlombaan layang-layang muncul ide kreatif masyarakat Bali yang membuat layang-layang Garuda Pancasila. Selain itu, mengingat datangnya momentum HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia turut menjadi alasan dibuatnya layangan ini.


Rencananya, layangan Garuda Pancasila berukuran besar, ini akan diterbangkan di Pantai Pandawa, Badung pada (14/8) mendatang. Hal ini serangkaian dengan Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 Tahun 2017 ini. “Sementara di hari yang sama turut akan dikibarkan Sang Saka Merah Putih berukuran besar. Pengibaran ini diyakini akan mampu mencapai Muri,” terang Dwi.


Layang-layang, ini dibuat dengan menggunakan ukuran yang sarad makna filosofis. Dimana, total bentang sayap layangan ini adalah 8 meter, angka ini sesuai dengan bulan kemerdekaan Indonesia yakni Bulan Agustus. Sementara, untuk panjang ekor merah putih di bagian bawah layangan berukuran 17 meter. Hal ini sesuai dengan hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17.


Hanya saja. Layangan yang menggunakan 26 titik tali timbang dan menghabiskan biaya sekitar Rp. 4,5 juta, ini belum bisa mengudara dengan maksimal. “Dalam dua kali percobaan yang dilakukan, pertama kondisi angin yang berhembus terlalu kecil, sedangkan pada percobaan kedua layangan sudah mendapatkan angin yang maksimal, hanya saja tali yang menjadi penariknya putus. Tidak kuat menahan beban,” jelas Dwi.


Akibat putusnya tali penarik layangan tersebut, maka secara langsung layangan menjadi terputus dan mengalami kerusakan di beberapa bagian. Terkait dengan kondisi ini, Dwi mengaku akan langsung mengerjakan kembali perbaikan layang-layang ini. “Target, nanti malam bisa selesai, dan besok bisa kembali di uji coba,”  terangnya.


Jika dihitung, total diperlukan 12 hari untuk dapat menyelesaikan keseluruhan layangan ini. Pria asal kabupaten Bangli, ini mengaku mengerjakannya bersama teman-teman sesama brimob. Selain itu, terdapat juga teman-teman pelayang lainnya yang membantu menyelesaikan layangan ini. “Namun, walaupun ditugaskan membuat layang-layang, tugas sebagai seorang Brimob tetap berjalan dengan lancar,” ulasnya.


Terkait dengan belum mengudaranya layangan ini, pihaknya mengaku kecewa lantaran kesalahan teknis yang terjadi. Putusnya tali menurut Dwi dikarenakan kesalahan dalam pemasangan di tali timbang. Namun, dalam situasi yang seperti ini tidaklah ada yang dapat disalahkan, melainkan sama-sama belajar untuk emnjadi lebih baik. 


“Jadi kita tetap berusaha agar layangan ini bisa mengudara saat peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72 oleh Kepolisian daerah Bali di Kawasan Pantai Pandawa,” pungkasnya.


Sementara, Kepala Sub Seksi Administrasi dan Operasional Brimob Polda Bali, Iptu Komang Budiana yang meminmpin jalanya uji coba mengaku sangat kecewa. Hal ini lantaran pihaknya berharap banyak agar layangan yang dibuat oleh Brimob ini dapat mengudara dengan sekali coba. Namun nasib berkata lain, layang-layang harus terputus dan mengalami kerusakan di beberapa bagian.


Layangan Garuda Pancasila ini menurut Budiana difungsikan debagai kepedulian Polri khususnya Polda Baliterhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, dengan adanya layangan ini merupakan media sosialisasi bahwa keberadaan NKRI, Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, dan UUD 1945 adalah harga mati. “Jadi dengan ini kami menunjukan Polri yag menjunjung tinggi empat pilar kebangsaan,” tegasnya.

Editor : I Putu Suyatra
#polda bali #denpasar