BALI EXPRESS,TEJAKULA - Peristiwa longsor terjadi di Banjar Dinas Alasari Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Longsor yang dipicu akibat penambangan batu pilah memakan korban. Akibatnya, satu orang tewas dan satu orang luka-luka pada peristiwa Minggu (3/9) sore, sekitar pukul 15.00 itu.
Korban meninggal adalah Ketut Sutarsana, 50 warga Banjar Dinas Alsari Desa Pacung. Sutarsana meninggal akibat terkubur batu pilah hingga sebahu. Sedangkan Komang Kardiasa, 30 mengalami mengalami luka-luka setelah sempat tertimbun pada bagian kaki hingga pinggang. Namun nasib beruntung dialami oleh Nengah Bangkit, yang selamat dari ancaman maut tersebut.
Berdasarkan informasi dari saksi Nengah Bangkit, dirinya bersama dua rekannya bekerja mengambil batu pilah di tanah milik Ketut Mandra yang sudah dikontrak oleh Komang Supariasa. Dirinya bersama dua orang korban menambang batu pilah atas suruhan Supariasa. Bahkan Nengah Bangkit dan dua rekannya mengaku sudah bekerja menambang sejak setahun lamanya.
Ketiganya pun membagi tugas saat menambang batu pilah. Sudarsana dan Kardiasa mendapat tugas menggali bongkahan patu pilah dengan menggunakan linggis, betel dan palu. Sementara Nengah Bangkit sendiri mendapat tugas mengangkut bongkahan batu pilah dari lokasi galian.
Namun sekitar Sekitar pukul 15.00 wita, tiba-tiba Nengah Bangkit melihat bongkahan batu tepat di atas lokasi kedua korban menggali batu pilah ambruk. Alhasil, kedua rekannya tertimbun batu pilah. “Saya tidak sempat memberi tahu mereka, karena kejadiannya cepat sekali. Setelah tahu mereka tertimbun, langsung saya minta tolong ke warga,” ujarnya.
Akibat benturan tersebut, korban Sutarsana meninggal dunia. Sementara, Kardiasa saat kejadian tubuhnya terjepit bongkahan patu pilah. Saksi dan warga bersama aparat polisi kemudian berusaha menolong kedua korban. Proses evakuasi berlangsung sungguh dramatis, dengan menggunakan alat seadanya.
Tepat pukul 18.30 wita korban selamat Komang Kardiasa berhasil dievekuasi. Kardiasa masih bisa diajak berkomunikasi. Kedua kakinya mengalami luka yang sungguh serius akibat longsoran batu pilah. Komang Kardiasa langsung dievakuasi dengan menggunakan satu unit Mobil Ambulance milik RSUD Buleleng, untuk mendapat perawatan di UDG RSUD Buleleng.
Sedangkan korban meninggal Ketut Sutarsana, hingga berita ini diturunkan, masih dilakukan evakuasi. Proses evakuasi melibatkan warga setempat bersama pihak kepolisian, BPBD Buleleng dan Basarnas. Sulitanya medan membuat proses evakuasi harus dilaksanakan secara manual.
“Setelah kita cek lokasi, ternyata medannya cukup berat. Sehingga alat beratnya tidak bisa masuk. Kami akhirnya memutuskan untuk berkordinasi dengan pihak Basarnas. Semoga malam ini (kemarin, Red) berhasil dievakuasi, Red),” ujar Sekertaris BPBD Buleleng, Ketut Susila saat ditemui di lokasi, Minggu (3/9) malam.
Nengah Wasdima, salah satu warga yang ikut melakukan evakuasi mengaku kesulitan saat mengevakuasi korban meninggal. Pasalnya bongkahan batu besar yang menjepit korban mempersulit proses evakuasi. “ batu-batunya besar. Apalagi menggunakan alat manual, posisi korban terjepit. Harus hati-hati evakuasinya” ujarnya.
Sementara itu Kapolsek Tejakula AKP Wayan Sartika seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Suka Wijaya hingga pukul 21.30 Wita korban meninggal masih tahap evakuasi. “proses evakuasi terhadap korban masih kami lakukan. Kami dibantu warga, BPBD, Basarnas melakukan secara manual. Batu yang menjepit korban sudah mulai renggang. Kami tengah menarik bebatuan yang menjepit korban,” ujar AKP Sartika kepada Bali Express (Jawa Pos Group).
Editor : I Putu Suyatra