BALI EXPRESS, TABANAN - Hampir se bulan belakangan ini retribusi air PDAM di kawasan Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan, macet. Pelanggan sangat kecewa dengan kondisi itu. Apalagi air mati pagi dan sore. Seperti disampaikan I Dewa Made Penamaskara, warga Banjar Belatung, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan.
Keadaan itu membuat ia dan keluarganya kecewa karena banyak aktifitas yang membutuhkan air dilakukan pagi dan sore hari. “Kalau pagi pukul 06.00 Wita air sudah mulai mati lalu mulai mengalir sekitar pukul 10.00 Wita. Kemudian sore sekitar pukul 17.00 Wita air mulai macet lagi,” ungkapnya Minggu kemarin (17/9) kemarin.
Menurut Penamskara, kondisi itu (air PAM macet) tidak hanya dialami dirinya dan keluarganya, namun hampir seluruh tetangganya juga mengalami hal serupa. “Kalau untuk di Banjar lain saya kurang tahu, tetapi di Banjar saya hampir semua mengalami kondisi seperti ini,” imbuhnya.
Kondisi tersebut pun membuat ia bingung karena dirinya tidak pernah terlambat membayar PDAM. Tetapi air malah sering kali macet selama hampir satu bulan terakhir tanpa ada pemberitahuan. Pada Agustus lalu ia mengatakan kondisi air kadang mengalir kadang juga macet tiba-tiba. Namun satu minggu belakangan ini air PDAM dipastikan macet pada pagi dan sore hari.
“Sejauh ini belum ada pemberitahuan kepada saya atau keluarga saya, kurang tahu dengan warga lainnya,” sambungnya.
Atas hal itu ia harus menampung air pada siang hari ketika air mengalir namun hal itu jelas membuat ia harus bekerja ekstra. “Terpaksa pas air mengalir saya menampung air,” pungkasnya.
Sementara itu Kasubag Humas dan Langganan PDAM Tabanan, IB Marjaya Wirata belum bisa dikonfirmasi mengenai hal tersebut karena tidak mengangkat telepon dan membalas WA.
Editor : I Putu Suyatra