BALI EXPRESS, DENPASAR - Maraknya penggalangan dana atau donasi di sejumlah titik strategis di Kota Denpasar menunjukkan tingginya solidaritas. Namun, di lain pihak masyarakat diminta ikut bersama-sama mengawasi penyalurannya.
Terlihat kemarin (24/9) sejumlah komunitas ramai -ramai turun ke jalan menggelar penggalangan di beberapa lokasi strategis. Dari pantauan penggalangan donasi berlangsung di beberapa lokasi ada di sepanjang Jalan Gatot Subroto Barat-Timur, setiap perempatan lampu merah. Sepanjang Jalan Prof. IB Mantra, di Catur Muka, depan Kantor Wali Kota Denpasar, dan menyebar di wilayah lainnya.
Beberapa kelompok warga di antaranya, STT Darma Santi, Banjar Pemanukan, Peguyangan, Komunitas Instagram Bali hingga Komunitas Pecinta Motor Tua dan banyak lagi kelompok atau lembaga swadaya lainya. Sambil membawa kotak donasi, tak sedikit membawa peralatan musik seperti gitar, sambil bernyanyi alias ngamen.
Respons warga pun begitu antusias memberikan sumbangan secara sukarela. Made Darmika salah seorang perwakilan STT Darma Santi, mengaku turun ke jalan baru mulai Minggu siang. “Kami lakukan aksi ini atas keterpanggilan, dan setiap donasi akan kami kumpulkan di balai banjar selanjutnya kita kirim ke tempat pengungsian,” tutur Darmika.
Hal serupa diungkapkan Intan Apriani dan Wahde dari kelompok yang mengaku komunitas Instagram. Mereka tergerak membantu saudara-saudaranya mengumpulkan donasi dengan turun ke jalan, selain melalui donasi gencar dilakukan lewat medsos, aksi turun ke jalan ini dilakukan agar bisa menampung sumbangan sukarela dari warga secara langsung. “Kami baru turun hari ini (Minggu, Red) , selain melakukan aksi membantu donasi lewat medsos, juga kami melakukan di jalanan, nanti hasil sumbangan ini kami akan bawa langsung ke sejumlah tempat pengungsian yang belum tersentuh, seperti Desa Tembok, pertanggungjawaban kami jelas, akan diunggah di media seperti instagram,” tandas Apriani.
Satu lagi kelompok yang menamakan diri Komunitas Pecinta Motor Tua yang memadati kawasan Catur Muka. Komunitas ini datang dari berbagai klub motor, dan sifatnya spontan. “Kami bukan mengatasnamakan kelompok tertentu, karena yang ikut dalam aksi ini datang dengan spontanitas dari berbagai club yang ada di Bali, untuk penggalian dana atau donasi ini akan kami serahkan langsung besok (senin-hari ini) yang dirangkai dengan turing kami ke Karangasem, khususnya kepada BPBD Propinsi,” kata Arix Sanset selaku penggerak donasi.
Menanggapi maraknya penggalian dana , Sekda Kota Denpasar AAN , Rai Iswara yang dikonfirmasi , Minggu(24/9) menyambut positif. Akan tetapi, Rai Iswara menegaskan, maraknya aksi donasi sejumlah kelompok, komunitas, di beberapa jalan , seperti perempatan, tempat –tempat umum dan sebagainya, adalah murni aksi sosial yang perlu diawasi bersama. “Ini bagian dari partisipasi masyarakat yang luar biasa, namun wilayah bencana Gunung Agung ini sudah berada di bawah provinsi, kami tidak bisa melarang mereka lakukan kegiatan panggalian dana di jalanan, namun kami imbau agar mengikuti alur penyaluran bantuan satu pintu, ” jelas Sekkot asal Celagi Gendong ini
Rai Iswara meminta agar warga tetap waspada, dan ikut bersama –sama mengawasi alur bantuan agar tepat sasaran. “Penanganan bencana termasuk penyaluran bantuan sudah diarahkan oleh provinsi satu pintu, jadi wilayah penanangan ini ruang lingkupnya , kita berharap penyalurannya dilakukan satu pintu, kita tetap himbau warga tetap membantu sahabat- sahabat kita, tetapi bagaimana caranya jangan sampai masyarakat awalnya bersimpati, justri karena pendistibusian bantuan tidak jelas malah warga menjadi antipati. Sekali lagi masalah sumbangan bukan kewenangan kita ini di Kota, ada di wilayah Bali. Kita berharap partisipasi masyarakat terarah, untuk itu peran Balai Banjar bisa dijadikan posko, otomatis para kelian juga bisa mengawasi, terlebih masyarakatnya bersama-sama mengawasinya,” pungkas Rai Iswara.
Editor : I Putu Suyatra