Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Potensi Kelahiran Bayi Kembar Siam 1 Berbanding 600 Ribu

I Putu Suyatra • Minggu, 22 Oktober 2017 | 03:55 WIB
Potensi Kelahiran Bayi  Kembar Siam 1 Berbanding 600 ribu
Potensi Kelahiran Bayi Kembar Siam 1 Berbanding 600 ribu

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Kasus kelahiran Bayi Kembar siam secara perhitungan medis hanya terjadi  setiap 1: 600.000 kelahiran. Artinya, setiap 600 ribu kelahiran berpotensi terlahir bayi dengan kondisi kembar siam.


 


Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Direktur Pelayanan RSUD Buleleng Dr. Putu Sudarsana, Sp.Og Sabtu (21/10) siang. Menurutnya, bayi yang terlahir dalam kondisi kembar siam disebabkan oleh kegagalan pembelahan pada stadium metafase. Stadium metafase itu terjadi saat 13 hari setelah ovulasi pembuahan.


“Harusnya kan membelah dengan kondisi sempurna saat stadium metafase, yaitu di usia 13 haru pembuahan. Tapi jika tidak sempurna, inilah yang mengakibatkan terjadinya kembar siam,” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).


 


Dikatakan mantan Ketua IDI Buleleng ini, untuk kasus bayi kembar siam yang dialami oleh pasutri Syamsudin, 48 dan Arini, 39 warga asal Dusun Alassari, Desa Pacung, Kecamatan Tejakula memang sudah terdeteksi saat usia kandungan 29 minggu. Bahkan, Dr. Putu Sudarsana sendiri yang mengaku melakukan USG langsung terhadap kondisi kehamilan Asini.


 


“Itu sempat di USG. Kebetulan saya yang meng-USG sebanyak 2 kali. USG pertama kan belum terlihat, tapi saya sudah curiga dengan kondisi bayi. Nah saat USG kedua kalinya saat kandungan berusia 29 minggu baru terlihat. Nah kita sempat jelaskan kondisi kandungannya kepada pasien dan suaminya. Memang kita mau rencanakan operasi juga saat itu. Tapi di usia kandungan menginjak 32 minggu keburu lahir. Itu lahirnya prematur, dengan berat 2,9 kg” ujarnya.


 


Idealnya, sambung Dr. Putu Sudarsana, usia kandungan itu setidaknya berusia 37 minggu barulah lahir. Sedangkan, untuk kasus bayi kembar siam pasutri Syamsudin dan Asini ini, di usia 32 minggu memang sudah sesuai dengan berat yang mencapai 2,9 kilogram.


 


“Kalau ideal semestinya bayi terlahir dalam usia 37 minggu. Tapi ini di usia 32 minggu lahirnya. Tentu bisa dibilang prematur. Dan berat bayi kembar siam ini memang sesuai dengan usia kandungannya yang lahir saat usia 32 minggu, yakni 2,9 kilogram” bebernya.


 


Kelahiran bayi kembar siam sebut Dr. Putu Sudarsana memang tidak ada kaitannya dengan pola hidup sehat saat mengandung. Namun lebih mengarah kepada faktor embriologi. Karena tergolong langka, dalam setahun pihaknya menyebut manajemen RSUD Buleleng baru sekali menerima bayi dengan kondisi terlahir kembar siam.


“Ini tidak ada kaitannya dengan pola hidup atau kesehatan lingkungan saat masa kehamilan. Beda kasusnya dengan kondisi bayi lahir tanpa tempurung kepala, itu ada faktor lingkungan dan kebersihan saat mengandung. Tapi kasus bayi kembar siam ini lebih mengarah ke embriologi faktor genetik, karena kegagalan pemisahan saat terjadi pembuahan. Sehingga potensi bayi untuk hidup juga lebih besar” tutupnya. 

Editor : I Putu Suyatra
#buleleng