Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Teman Sekamar Dwi Trauma Pasca Tragedi Air Terjun Tembok Barak

I Putu Suyatra • Selasa, 12 Desember 2017 | 21:29 WIB
Teman Sekamar Dwi Trauma Pasca Tragedi Air Terjun Tembok Barak
Teman Sekamar Dwi Trauma Pasca Tragedi Air Terjun Tembok Barak

BALI EXPRESS, SUKASADA - Tragedi meninggalnya dua orang siswi SMK Kesehatan Widya Dharma Bali (Widharba) Sukasada menyisakan duka dan trauma yang mendalam bagi rekan korban.  Terutama mereka yang ikut tracking ke Air Terjun Tembok Barak,  Dusun Babakan,  Desa Sambangan,  Sukasada pada Senin (11/12). Mereka melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Luh Devy Cahyani, 17 dan Kadek Dwi Asmarani, 16 tenggelam di kubangan air terjun.


 


Seperti diutarakan Ni Kadek Satria Handayana, yang merupakan rekan korban tenggelam Kadek Dwi Asmarani. Siswi Kelas XI Jurusan Keperawatan yang juga sebagai Ketua Osis SMK Widharba ini mengaku trauma dengan kondisi yang menimpa dua rekannya.


 


"Saya masih trauma dengan kejadian kemarin.  Trauma sekali," kata Satria saat ditemui di Ruang Pemeriksaan Polsek Sukasada,  Selasa (12/12) siang.


 


Satria merupakan salah satu dari 22 orang siswa yang ikut trakcing. Siswi asal Panji Anom,  Desa Panji, ini sama sekali tak menyangka,  jika acara jeda semester akan menjadi perpisahan yang memilukan dengan kedua korban.


 


"Kami berangkatnya (tracking,  Red)  dengan riang gembira.  Berharap bisa refreshing setelah jeda semester," tuturnya.


 


Padahal sebelum mandi,  sambung Satria, guru pendampingnya yakni  I Gusti Ngurah Agus Deni sudah sempat memberikan warning dengan membatasi areal mandi yang aman.


 


"Pak Deni sudah ngasi tahu kita sebelum mandi.  Jangan mandi di kubangan. Kita sudah dikasi batasan aman. Tapi entah kenapa keduanya nekat mandi di kubangan.  Tiba-tiba saja keduanya tenggelam," tuturnya.



 

Editor : I Putu Suyatra