Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Goa Riang di Desa Riang Gede; Tempat Menawan untuk Meditasi

I Putu Suyatra • Minggu, 25 Februari 2018 | 19:36 WIB
Pura Goa Riang di Desa Riang Gede; Tempat Menawan untuk Meditasi
Pura Goa Riang di Desa Riang Gede; Tempat Menawan untuk Meditasi

BALI EXPRESS, TABANAN - Sebuah Pura unik terdapat di Banjar Delod Sema, Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan. Pura ini biasa dikenal dengan Pura Goa Riang atau Goa Batu. 


Disebut Pura Goa karena memang salah satu lokasi untuk menghaturkan sembah ada di dalam goa yang ada di tengah-tengah tebing, sehingga untuk sampai di goa tersebut harus menggunakan tangga. 
Pura Goa Riang ini pun dipercaya memiliki kaitan erat dengan keberadaan Desa Riang Gede, meskipun secara tertulis hal tersebut belum bisa dibuktikan, baik melalui prasasti maupun babad.



Jero Mangku Pura Goa Riang, I Dewa Made Dibia, 90, menuturkan, jika Pura Goa Riang ini dipercaya sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Di mana pada saat itu, pasukan Belanda menemukan sumber mata air di bawah kawasan Pura Goa Riang yang kemudian dimanfaatkan sebagai sumber air bagi para prajuritnya, yang bahkan airnya disalurkan hingga keluar wilayah Tabanan. “Saat Belanda menjajah, mereka menemukan sumber mata air yang sangat jernih ini yang kemudian dibuatkan proyek oleh Belanda untuk menyalurkan air, bahkan hingga keluar wilayah Tabanan. Itu dibuktikan dengan masih adanya benda-benda peninggalan Belanda seperti pagar berduri yang mengelilingi pipa-pipa mereka,” ujarnya, Mei 2017.



Seiring berjalannya waktu setelah kekalahan Belanda, kawasan tersebut menjadi naungan Puri Gede Tabanan, termasuk Pura Beji yang ada di sumber mata air tersebut. Setelah proklamasi, kawasan tersebut dilepas oleh Puri Gede Tabanan kepada pangempon dengan hibah pelaba pura. Pelaba pura ini kemudian dikelola oleh pangempon pura yang saat itu hanya 56 KK, di mana hasil dari pelaba pura dapat digunakan untuk piodalan Pura Goa Riang. Kini pangempon Pura Goa Riang sudah mencapai 120 KK yang berasal dari Banjar Riang Ancut, Riang Delod Sema, Riang Tengah, bahkan ada dari Kota Tabanan.



Lebih lanjut, Pura Goa Riang yang lokasinya berada di Jalur Desa Riang Gede-Penyalin ini, melaksanakan pujawali setiap Buda Manis Perangbakat. Namun, sebelum melaksanakan ritual pujawali, terlebih dahulu ritual pujawali dilaksanakan di Pura Luhur Goa dan Pura Beji yang berada di timur Pura Goa Riang,  dan masih menjadi satu kesatuan. “Karena ritual pujawali lebih dulu dilakukan di Pura Luhur Goa dan Pura Beji, maka dipercaya Pura Luhur Goa dan Pura Beji keberadaannya lebih dulu daripada Pura Goa Riang,” imbuhnya.



Keberadaan Pura Luhur Goa inilah yang membuat setiap orang yang tangkil akan takjub, karena posisinya yang berada di tebing dengan ukuran 2,5 x 3 meter, sehingga hanya bisa dimasuki 4 sampai 5 orang saja. Menurut Jero Mangku Goa Riang, di dalam Goa sejatinya ditemukan dua buah arca masing-masing berwujud Siwa dan Budha. Namun, kata dia, yang kini tersisa hanya arca Budha saja karena dipercayai arca Siwa telah diambil oleh pasukan Belanda dan dibawa ke negeri Belanda. “Jadi, arca Siwa-Budha ini simbol kekuatan dan kasih sayang, tetapi dipercayai arca Siwanya dibawa ke Belanda oleh pasukan belanda dulu,” lanjutnya.



Dikatakannya, banyak yang tangkil ke Pura Luhur Goa untuk melakukan meditasi, bahkan dari kalangan para pengusaha hingga pejabat. Namun, untuk bisa naik ke dalam Goa tidak bisa sembarangan karena hanya bisa naik saat pujawali saja. Lantaran tangga untuk naik ke Goa hanya akan dipasang saat pujawali. “Dulu pernah dipasang tangganya, tetapi kemudian dilepas karena kita tidak tahu siapa yang memanjat tangga dan naik ke goa,” tambahnya.




Keberadaan Pura Goa Riang yang dipercaya sudah ada sejak zaman dahulu kala semakin diperkuat dengan adanya arca Dewa Wisnu dan Desa Brahma.

Editor : I Putu Suyatra
#tempat melukat #pura #sejarah pura