BALI EXPRESS, AMLAPURA - Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem. bocor. Kondisi tempat mengajar itu sudah terjadi bertahun-tahun. Guru dan siswa belajar mengajar dalam kondisi gedung sekolah tidak nyaman. Mereka sangat khawatir ruang kelas tempatnya belajar akan roboh. Karena struktur bangunan yang sudah rapuh dan tembok retak-retak.
“Retak sudah bertahun-tahun, besinya sudah ada kelihatan. Khawatir kalau ada gempa, bangunan itu roboh. Kami kan tidak tahu bencana alam,” ujar Kepala SDN 2 Tulamben, I Made Sumerta kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Rabu (2/5) kemarin.
Pihaknya mengungkapkan, kerusakan itu sudah sering diusulkan perbaikan. Namun hingga kini tak kunjung ada lampu hijau dari Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem. Sehingga, saat musim hujan, siswa yang ruangannya bocor, terpaksa hanya bisa menghindari titik bocor agar tetap bisa belajar.
“Yang bocor itu ruang kelas I A dan I B. Kalau ruangan lain, retak-retak saja,” terang mantan guru SDN 1 Tulamben itu, yang baru setahun menjabat kepala sekolah di sana.
Ia pun menyebutkan, sekolah yang berlokasi di Dusun Batudawa Klod itu kekurangan ruang kelas. Untuk menampung siswa yang saat ini 257 orang itu, pihak sekolah terpaksa memanfaatkan mes sekolah, dan ruang perpustakaan. Makanya, tegas dia, ketika hujan turun, siswa yang ruang kelasnya bocor tidak bisa dipindah ke ruangan lain.
Siswa di sekolah tersebut dibagi menjadi 10 ruangan. Hanya kelas III dan IV yang memanfaatkan satu ruangan. Sisanya memanfaatkan dua ruangan. Kelas I dibagi menjadi dua ruangan (kelas I A dan I B). Begitu pula kelas II, V, dan kelas VI memanfaatkan dua ruangan.
“Kami berharap mendapat perhatian pemerintah. Kasihan anak-anak belajar dalam ruang kelas rusak,” tandas kepala sekolah asal Desa Kubu, Karangasem itu.
Editor : I Putu Suyatra