Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Truna Jaya dan Tradisi Nyakan Diwang Diusulkan ke Unesco

I Putu Suyatra • Sabtu, 4 Agustus 2018 | 22:17 WIB
Truna Jaya dan Tradisi Nyakan Diwang Diusulkan ke Unesco
Truna Jaya dan Tradisi Nyakan Diwang Diusulkan ke Unesco

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Dinas Kebudayaan Pemkab Buleleng mengusulkan Tari Truna Jaya dan Tradisi Nyakan diwang (memasak di luar rumah Red-) ke Unesco sebagai Warisan tak benda. Harapannya, tarian dan tradisi yang asli Buleleng ini mendapat pengakuan dari dunia Internasional, sehingga tak diklaim negara lain.


Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, I Gede Komang menegaskan, dipilihnya Tari Truna Jaya untuk diusulkan ke Unesco lantaran pernah dipentaskan secara masal saat Buleleng Festival pertama pada tahun 2013 lalu. Pemerintah pusat pun dibuat terkagum dengan penampilan Truna Jaya yang sejatinya dipentaskan secara tunggal, namun begitu memukau saat ditampilkan secara masal


"Tarian ini semestinya kan tarian tunggal. Tetapi kalau ditarikan secara masal itu kan sangat susah. Dan itu dilihat oleh pemerintah pusat. Kami pun diminta agar menggali asal usulnya, untuk kemudian diusulkan sebagai warisan budaya tak benda," ujar Gede Komang. 


Pengusulan juga dilakukan terhadap tradisi nyakan diwang atau memasak di pinggir jalan. Tradisi ini dilaksanakan oleh warga di Kecamatan Banjar saat hari Ngembak Geni atau satu hari setelah umat Hindu malaksanakan Catur Brata Penyepian. Tradisi ini dilakukan oleh warga sekitar sebagai salah satu wujud syukur, karena sehari sebelumnya warga telah dapat melaksanakan Catur Brata Penyepian. 


Menurutnya, Buleleng memiliki banyak potensi seni dan budaya yang perlu digali, dilestarikan dan dikembangkan. Dalam waktu satu tahun ke depan ini, pihaknya akan berusaha seoptimal mungkin untuk menggali seni budaya dan cagar-cagar budaya yang ada di Buleleng.


Gede Komang pun menyebut akan menundaklkanjuti apabila Tari Truna Jaya dan Tradisi Nyakan Diwang mendapatkan pengakuan dari Unesco. Pihaknya berharap, dampak pengakuan tersebut Unesco bisa membantu proses pelestarian dari Tari Truna Jaya dan Nyakan Diwang.


“Jika sudah diakui oleh Unesco, kami harapkan dampaknya apakah itu membantu sarana dan prasana, atau membantu pelestarian dalam bentuk uang. Ini yang akan saya tindak lanjuti nanti," imbuhnya. 

Editor : I Putu Suyatra
#buleleng