Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tiga Godel Warga Langgahan Mati Misterius dengan Jeroan Hilang

I Putu Suyatra • Senin, 17 September 2018 | 03:21 WIB
Tiga Godel Warga Langgahan Mati Misterius dengan Jeroan Hilang
Tiga Godel Warga Langgahan Mati Misterius dengan Jeroan Hilang

BALI EXPRESS, BANGLI - Kejadian aneh dan penuh misteri terjadi di Desa Langgahan, Kintamani. Pasalnya dalam dua bulan terakhir sejumlah godel (anak sapi) milik warga mati mengenaskan dengan perut berlubang, dan isi perut raib tanpa jejak. Kejadian terakhir dialami Nyoman Suardana, warga Dusun Langgahan Kauh dan diketahui pada Sabtu (15/9) lalu.


Informasi yang diperoleh Minggu (16/9) menyebutkan, kejadian itu pertama kali diketahui Ni Nyoman Pakerti, ibu Suardana. Kala itu ibunya yang hendak memberi makan ternak babinya di areal pondokan. Namun perempuan ini dikagetkan dengan perilaku induk sapi peliharaannya yang tidak tenang dan gelisah, serta terus mengeluarkan suara lenguhan. Lantaran penasaran perempuan ini mencoba mendekati induk sapi tersebut. Namun seketika perempuan ini kaget, lantaran tak jauh dari kandang sapinya terlihat godel yang baru berusia tiga hari tegeletak mati. Bahkan yang membuat perempuan ini syok, kondisi godel tersebut sungguh mengenaskan, dengan perut robek dan isi perutnya sudah raib.


Tak lama kemudian Suardana yang mendapat kabar kondisi godelnya itu bergegas ke kandang sapi miliknya. Namun lantaran tidak tega melihat godel kesayangannya mati mengenaskan, pria ini langsung menguburkan anak sapi itu.


Sementara itu Perbekel Langgahan I Komang Dangkayana mengakui adanya kejadian tersebut. Dia mengatakan apa yang terjadi cukup misterius, mengingat tidak diketahui dengan pasti apa yang membuat godel tersebut mengalami nasib seperti itu. Terlebih warga baru mengetahui godelnya dibantai secara misterius keesokan harinya.


Yang membuat kejadian ini makin menjadi misteri, ternyata godel Suardana bukanlah yang pertama. Mengingat kejadian pada Sabtu (15/9) menjadi yang ketiga kalinya dalam dua bulan terakhir, dan ketiga godel yang menjadi korban semuanya belum ditelusuk (hidung ditusuk untuk pemasangan tali telusuk) dan kondisinya juga sama, perut robek dan isi perutnya raib.


Dari paparan Dangkayana, kejadian pertama dialami godel yang baru berusia tiga bulan milik Sang Kumpiang Lempih. Kemudian kejadian kedua dialami godel berusia sekitar tiga bulan milik I Wayan Kemul. "Jarak kejadian yang pertama dengan yang kedua itu sekitar sebulan. Kalau jarak kejadian kedua dengan yang ketiga Sabtu lalu sekitar 15 hari. Sedangkan kondisi godel yang menjadi korban ciri-cirinya sama. Perutnya seperti sengaja dirobek, lalu jeroan hilang semua," ungkapnya.


Lebih lanjut Dangkayana menjelaskan, kejadian matinya godel secara misterius di Dusun Langgahan Kauh sebenarnya juga pernah terjadi sebelumnya. Namun waktu itu kejadiannya ada di dusun yang lain, yakni di wilayah Desa Buahan Kaja, Payangan, Gianyar. Menurut informasi yang pihaknya peroleh, matinya godel-godel di dusun tetangganya itu diduga disebabkan serangan anjing. Meski begitu karena tidak ada yang melihat kejadian di Dusun Langgahan Kauh, pihaknya tidak berani memastikan apa yang menjadi penyebabnya. Terlebih lokasi kejadian yakni pondokan sapi itu cukup jauh lokasinya dari pemukiman warga.


"Kejadian ini memang sangat meresahkan. Karena rata-rata warga kami di Langgahan ini memelihara sapi. Kami juga sudah menyampaikan kejadian ini ke Polsek Kintamani, dan sudah menyampaikan ke Dinas Peternakan. Supaya bisa ditelusuri apa yang menjadi penyebabnya," paparnya. 

Editor : I Putu Suyatra
#bangli