BALI EXPRESS, TABANAN - Delapan hari sudah bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, terjadi. Namun keberadaan warga asal Banjar Tegal Ambengan, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Dewa Gede Yoga Nata Kusuma, 38, yang sempat simpang siur mulai terang. Sebab muncul kabar Dewa Yoga telah ditemukan namun dalam keadaan meninggal dunia.
Informasi itu datang, Jumat petang (5/10). Keluarga mendapatkan informasi bahwa Dewa Yoga sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Pihak keluarga langsung menggelar rapat untuk membahas mengenai kepulangan jenazah Dewa Yoga. "Kami dapat kabar Yoga sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekarang keluarga sedang rapat," ujar mertua laki-laki Dewa Yoga, I Gusti Putu Weda.
Keluarga berencana menggelar pengabenan terhadap jenazah Dewa Yoga namun terlebih dahulu jenazah akan dikremasi di Palu, setelah itu barulah abu dibawa ke Bali. "Tetapi kami akan meminta petunjuk dan hari baik dulu ke griya," lanjutnya. Namun kronologi penemuan Dewa Yoga maupun kondisi jenazahnya belum bisa dijelaskan oleh pihaknya.
Sebelumnya sempat beredar kabar jika Dewa Yoga sudah ditemukan dalam kondisi kritis namun ketika dicek di rumah sakit yang ada di Makasar dan Palu, Dewa Yoga tak tidak ditemukan. Hal ini membuat keluarganya khawatir, dan hingga saat ini masih menunggu kejelasan informasi. Bahkan keluarga sudah menempuh jalur alternatif yakni dengan Meluasang (menanyakan, Red) ke orang pintar.
Mertua Dewa Yoga, Desak Adi Wardani pun sempat mengakui bahwa informasi yang diterima terkait keberadaan dan kondisi menantunya belum jelas. Meskipun istri Dewa Yoga, Gusti Ayu Gede Dina Karamani yang tidak lain merupakan anaknya, bersama pegawai Dinas BPJN II Denpasar tempat Dewa Yoga bekerja sempat bertolak ke Palu tetapi gagal mendapatkan kabar pasti mengenai menantunya. "Anak saya tidak sampai ke Palu, karena akses ke Palu masih sulit, hanya dari Makasar mencari informasi, tapi tidak mendapatkan kabar yang jelas. Lalu anak saya sudah pulang Rabu (3/10)," paparnya Jumat (5/10).
Bahkan dirinya juga sudah meminta bantuan kepada sang cucu yang kebetulan menjadi polisi dan bertugas di Makassar untuj mengecek ke rumah sakit di Makassar dan Palu karena telah beredar informasi bahwa Dewa Yoga dikabarkan telah dievakuasi.
"Tetapi saat dicek di rumah sakit di Makassar dan Palu menantu saya tidak ditemukan, apakah benar sudah ditemukan atau bagimana informasi itu juga kami belum tahu," lanjutnya, sebelum mengetahui kepastian kabar menantunya.
Sebelumnya diberitakan jika Dewa Yoga yang merupakan staf di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah II Denpasar yang juga seorang atlet gateball berangkat ke Palu untuk mengikuti kejuaraan Nasional Gateball Palu serangkian HUT Kota Palu mewakili BPJN bersama dua orang rekannya di BPJN Denpasar. Dan menginap di Hotel Roa Roa lantai tujuh.
Sesuai nformasi terakhir yang didapat pasca gempa meluluh lantakan Palu Sulawesi Tengah jika Dewa Yoga terjebak didalam hotel karena sedang istirahat. Padahal dua rekannya yang berangkat bareng, Jumat (28/9) sore sebelum gempa sudah mengajak Dewa Yoga keluar hotel untuk makan.
Namun sayang Dewa Yoga memilih istirahat dan mengaku akan nyusul rekannya itu. Beberapa menit kemudian gempa mengguncang kota Palu dan meluluh lantakkan hotel tersebut.
Editor : I Putu Suyatra