Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lomba Busana Adat ke Pura, Minimal 60 Tahun dan Suami Istri

I Putu Suyatra • Senin, 3 Desember 2018 | 17:47 WIB
Lomba Busana Adat ke Pura, Minimal 60 Tahun dan Suami Istri
Lomba Busana Adat ke Pura, Minimal 60 Tahun dan Suami Istri


BALI EXPRESS, DENPASAR - Lomba busana adat ke pura pada umumnya diikuti oleh anak-anak dan remaja. Namun berbeda dengan rangkaian lomba menyambut hari ibu ke-90 di Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar. Peserta lomba busana adat ke pura adalah mereka yang lanjut usia (lansia) berumur 60 tahun ke atas. Ketua panitia lomba, Putu Ani Rosta menjelaskan kepada Bali Express (Jawa Pos Group) langkah itu bertujuan untuk memberikan ruang kepada para orang tua.



 



Dalam kesempatan itu, lanjut Ani, ada 10 pasang lansia yang mengikuti lomba tersebut. Mereka diwajibkan berstatus suami istri. Syarat lain, umurnya 60 tahun  ke atas. “Sebenarnya peserta ada 11 pasang sesuai jumlah banjar yang ada di desa ini. Tetapi satu pasang tidak hadir karena berhalangan hadir. Kita sengaja libatkan para lansia karena sebagai penghormatan kepada orang tua, khususnya para ibu pada menyambut hari ibu tahun ini,” terangnya di sela-sela lomba.



 



Kegiatan tersebut berlangsung di areal parkir eks Alfa, Jalan Diponegoro, Denpasar. Lomba busana adat itu juga bertujuan untuk menekankan bagaimana cara berpakaian yang beretika ke pura. Lantaran saat ini pergeseran penggunaan busana adat orang ke pura sangat banyak, bahkan dikatakan sama seperti orang yang akan kondangan.



 



“Penekanan pada lomba ini supaya mereka para lansia memberikan contoh kepada generasi sekarang bagaimana penggunaan busana adat ke pura yang baik dan benar. Mengingat mode dan gaya berbusana adat sembahyang saat ini sudah sedikit mulai ada pergeseran,” terangnya.



 



Lanjut dia, 10 pasangan itu juga dikatakan memperebutkan juara 1,2,3, dan juara harapan. Tindaklanjutnya juga tidak hanya untuk pelaksanaan lomba itu saja. Tetapi di rumahnya maupun di lingkungan keluarganya agar disebarluaskan dalam tata cara dan etika berbusana ke pura.



 


Pada tempat yang sama, salah satu peserta I Nyoman Wiwana bersama istrinya mengaku ikut lomba tanpa ada latihan terlebih dahulu. Dia juga mengaku hanya spontanitas di atas panggung bergaya dan mengikuti musik yang ada. “Saya hanya tekankan pada cara memakai kamben dan istri saya tekankan pada kamben sama kebayanya. Karena sekarang sudah banyak anak muda yang tidak sesuai dan kurang beretika menggunakan pakaian ketika pergi ke pura sembahyang. Berbeda jika halnya kondangan itu sah-sah saja jika sedikit modis,” terang pensiunan Dosen ISI Denpasar tersebut.


Editor : I Putu Suyatra
#denpasar