BALI EXPRESS, DENPASRA - Tren film horor di bioskop tanah air diprediksi semakin disukai penonton. Sebut saja di tahun 2018, ada Banyak sejumlah film bergenre mistik di tanah air yang telah dirilis. Seperti di antaranya, Dongeng Mistis, Suzzanna, Wahana Rumah Hantu, dan yang terakhir ialah film Returning. Beberapa film ini pun sudah ditayang di Bioskop secara serentak di Indonesia. Namun khusus bagi kalian pecinta film horor, awal tahun 2019 mendatang, tepatnya di bulan Januari, anda akan dihibur juga oleh hadirnya film terbaru karya anak muda asal Bali yaitu Mimi Jegon berjudul “Leak” (Penangkep). Film tersebut siap tayang secara serentak di seluruh bioskop tanah air. Uniknya, karya yang sudah masuk dalam film layar lebar nasional ini mengangkat tetang cerita lokal asli Bali yang sudah menjadi warisan budaya.
“Banyak judul film yang bisa di angkat dan kenapa saya tertarik angkat judul Leak (Penangkep), tentu Karena menurut saya banyak yang masih rancu dengan apa itu Leak. orang luar menganggap Leak itu hantu. Hantu itu adalah orang yang sudah meninggal, sedangkan Leak itu adalah sebuah ilmu yang dipelajari oleh orang yang masih hidup,” tutur Mimi Jegon saat diwawancarai Koran Bali Express (Jawa Pos Group) Minggu siang kemarin (2/12). Alasan itu pula yang membuat Mimi Jegon ingin merubah stigma negatif masyarakat lewat kemasan film yang sekiranya mampu memberi edukasi dan pesan positif tentang Leak. “Memang pandangan masyarakat terhadap Leak selalu negatif. Padahal sebenarnya ilmu Leak itu adalah warisan Budaya yang sangat bagus untuk menjadi diri. Namun yang mengubah Leak itu jadi negatif adalah sifat serakah manusia,” ungkap Mimi Jegon.
Dalam Film Leak ( Penangkeb ) ini juga, lanjutnya, akan banyak memberi pengetahuan tentang ilmu Leak serta cara agar tidak terkena pukulan balik dari ilmu pengleakan. “Jadi film ini patut dan layak untuk ditonton, karena banyak pesan di dalamnya,” pungkasnya. Terkait keunikan dari Film tersebut, Mimi Jegon Selaku Produser, Sutradara, sekaligus Penulis Naskah ini mengaku, jika dirinya mempunyai komitmen agar film ini real tanpa rekayasa. Mulai dari adegan ritual, hingga menggunakan kalajengking, kobra putih, king kobra yang semuanya asli dan masih hidup. Bahkan adegan makan ayam hitam pun nyata dilakukan oleh para aktor. “Termasuk ngerehan di kuburan Bambang Bangli saat kajangkliwon. Bahkan untuk kerealan film ini, saya ikut ambil satu adegan, dimana saya sengaja memasukkan mahkluk halus termasuk Leak ke dalam tubuh saya,” katanya.
Sementara itu, terkait penggarapan film ini, Mimi Jegon dibantu oleh eksekutif Produser Angga dan CO Produser, Galuh Bilen. CO Produser film Leak (Penangkeb), Galuh Bilen, yang juga sempat diwawancarai mengungkapkan, jika film tersebut memiliki banyak perbedaan dari film Leak yang pernah tayang secara lokal sebelumnya hasil karya Mimi Jegon tahun 2017 lalu. Karena penggarapannya sendiri, mulai dari alat dan standarisasi proses editing mengikuti kualitas nasional. “Mulai dari cerita yang lebih dramatis, semua adegan lebih ekstrim dan serba real atau nyata. Pastinya yang sangat penting bersaing film ini diharapakan bisa bersaing di kancah nasional,” tutur Galuh Bilen. Ia juga melanjutkan, pihaknya tidak ingin mengecewakan para penonton nantinya, karena ada sejumlah artis lokal Bali yang ikut terlibat.
"Untuk tayang nasional kali ini, kita memakai artis lokal Bali termasuk saya sendiri, Galuh Bilen. Lalu ada Astrid, Yesi, Yunda, Kayun, dan beberapa artis lokal Bali lainnya. Dan satu artis nasional juga yaitu Sandra ikut terlibat dalam film ini. Kenapa kita menggunakan orang Bali, karena Mimi ingin rasa dalam film ini bisa kuat karena tema kita Leak kental dengan hal mistis yang ada di Bali," terangnya. Lebih lanjut, perempuan yang juga sebagai musisi solo lokal Bali ini menegaskan bahwa film Leak “Penangkep” ini merupakan salah satu film yang memiliki edukasi positif bagi penikmat film horor tanah air, khususnya masyarakat Bali.
“Film ini adalah edukasi bagi masyarakat indonesia, khususnya masyarakat Bali, bahwa tidak selamanya Leak itu negatif. Karena sebenarnya ilmu Leak itu bukanlah ilmu hitam. Hanya orang yang mendalamainya kerap menyalahgunakan ajaran tersebut. Jadi film ini syarat tentang edukasi,” tutupnya.