Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Stroke, Seniman Lawak Legendaris Dadap Meninggal

I Putu Suyatra • Kamis, 31 Januari 2019 | 02:46 WIB
Stroke, Seniman Lawak Legendaris Dadap Meninggal
Stroke, Seniman Lawak Legendaris Dadap Meninggal

BALI EXPRESS, GIANYAR - Bumi seni yaitu Kabupaten Gianyar kembali berduka, lantaran seniman legendaris I Nyoman Pidada alias Dadap menghembuskan nafas terakhirnya, Rabu (30/1). Seniman Banjar Delod Tangluk, Sukawati ini berpulang di usianya ke-77 tahun setelah melawan sakit stroke di salah satu rumah sakit swasta di Celuk, Sukawati.


Menantu almarhum, Ketut Sudiarta menjelaskan beberapa hari lalu mertuanya beraktifitas seperti biasa. Selain itu sempat juga mengunjungi tempat pertunjukan barong. "Seperti  biasa bapak mengecek ke pementasan barong yang ada di daerah Kesiman, Denpasar," paparnya.


Dalam kesempatan itu dijelaskan juga, I Made Pidada  pada empat hari lalu secara mendadak terserang penyakit stroke. Sehingga pihak keluarga langsung mengantarkan ke rumah sakit swasta yang masih ada di Sukawati tersebut. "Sesuai keterangan dokter, saat itu bapak terkena stroke ringan sehingga harus menjalani perawatan," jelasnya.


Beberapa hari menjalani perawatan di sana, hitungan hari kondisinya menurun dan melemah. Sehingga sampai pada Selasa (29/1) kondisinya semakin kritis. "Saat itu setelah melewati masa kritis, akhirnya bapak menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (30/1) sekitar pukul 03.00," tandasnya.


Atas kepergian seniman yang sempat naik daun itu dan dikenal lucu dengan penampilan rambut dan jenggotnya tersebut meninggalkan seorang istri Ni Made Ariani, dan empat orang anaknya. "Saat ini jenazah bapak dibawa ke Kamar Jenazah RSUD Gianyar, menunggu hari baik melakukan upacara pengabenan," papar Ketut Sudiarta suami dari anak almarhum nomor tiga.


Selain sebagai pemain legendaris, I Nyoman Pidada ternyata merupakan anggota Kelatnas Perisai Diri ranting Kecamatan Sukawati. Bahkan diketahui sudah sejak setahun lalu mundur dari dunia seni pertunjukan drama gong. Pasca mundur dari dunia seni pertunjukan, dikatakan tak jarang juga ada tawaran untuk tampil namun ditolak lantaran kondisi yang tidak memungkinkan. 

Editor : I Putu Suyatra