BALI EXPRESS, BANGLI - Nyoman Darmawan, 26, sopir truk asal Desa Songan itu seketika panik saat truknya mundur di tanjakan Culali, Desa Batur Selatan, Kintamani, Bangli. Penyebabnya, as roda truk bermuatan pasir itu patah karena kelebihan beban dan tak kuat menanjak. Truk pun terperosok ke jurang sedalam 5 meter.
Menurut Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi menjelaskan, peristiwa itu terjadi Rabu pagi (20/3) sekitar pukul 07.00. Truk bernomor polisi DK 8102 PQ itu awalnya datang dari arah timur, atau dari bawah kaldera Gunung Batur menuju barat ke Jalan Raya Kintamani-Singaraja.
Sesampainya di tanjakan pertama jalur Culali, truk tak kuat menanjak, sehingga sopir memaksa kendaraan muatan berat itu agar tetap naik. "Saat naik, as roda patah, truk langsung mundur. Untungnya tidak jatuh ke jurang terlalu dalam itu. Sopir selamat," jelas Sulhadi, ketika dikonfirmasi, kemarin malam.
Akibat kejadian itu, sopir mengalami luka ringan di lengan bagian kanan, luka robek pada dagu dan lutut kiri. Sopir sudah mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangli. Sedangkan kondisi bagian depan truk rusak parah. Kaca depan pecah, bodi kepala depan ringsek, pintu kanan dan pintu kiri ringsek. Polisi memperkirakan kerugian mencapai Rp 5 juta. "Sopir mengaku kurang hati-hati," ujar Sulhadi.
Jalur Culali, Desa Batur Selatan memang cukup berbahaya. Sudut kemiringan jalan cukup ekstrem dan tikungannya tajam. Oleh karena itu, pengendara yang hendak ke Gunung Batur melalui jalur Culali untuk tetap hati-hati. "Sehingga pengendara bisa selama dan tidak terjadi kecelakaan lagi," pungkasnya.
Editor : I Putu Suyatra