Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Puluhan Kelompok Ikuti Festival Irama Musik Sahur

Chairul Amri Simabur • Senin, 3 Juni 2019 | 04:39 WIB
Puluhan Kelompok Ikuti Festival Irama Musik Sahur
Puluhan Kelompok Ikuti Festival Irama Musik Sahur

BALI EXPRESS, JEMBRANA – Tradisi ngotek atau irama musik sahur sudah mengakar di Loloan. Khususnya saat umat Muslim di Loloan menjalankan ibadah puasa. Tradisi ini biasa dilakukan untuk membangunkan warga agar bersiap untuk sahur.


Untuk menjaga tradisi ngotek, pemuda-pemudi Loloan melombakan irama musik sahur ini yang dikemas dalam bentuk Festival Irama Musik Sahur (FIMS).


Acaranya digelar pada Sabtu malam (1/6). Para pesertanya melakukan parade mengitari Kelurahan Loloan Barat-Loloan Timur. Termasuk ke Kota Negara.


Antusias peserta remaja muslim dalam pagelaran FIMS untuk kedua puluh dua kalinya ini. Tidak saja berasal dari Kelurahan Loloan saja. Tapi dari beberapa desa lainnya di Kabupaten Jembrana.


Tercatat sebanyak 75 grup atau kelompok ikut ambil bagian mengisi lomba tradisi yang dibagi ke dalam dua kategori. Yakni kategori anak-anak yang diikuti 30 grup dan kategori dewasa sebanyak 45 grup.


Mereka nantinya akan memainkan pilihan irama musik bernuansa tradisional atau modern.


Ketua Penyelenggara FIMS Ke-22, Nizam Hazmi, mengatakan bahwa lomba ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di bulan Ramadhan.


Dalam festival tahun ini, tidak hanya rebana, beberapa alat-alat musik tradisional seperti gamelan, kentongan, jerigen, galon dan timba serta bentuk lainnya turut menghiasi irama musik sahur tahun ini.


“Harapan kami, dari tahun ke tahun Festival Irama Musik Sahur bisa menunjukan intensitasnya dan lebih berjalan maksimal,” ujarnya. 


Pihaknya juga berharap festival ini dapat memotivasi kreativitas remaja dalam mengumandangkan gema selawat di bulan Ramadhan yang dikemas dalam bentuk kesenian.


Untuk anggota setiap kelompok atau grup, pihak panitia dijelaskan Nizam membatasi hanya 17 orang saja. Kriteria penilaiannya meliputi keseragaman, kerapian pakaian atau kostum serta harmonisasi alunan irama musiknya.

Editor : Chairul Amri Simabur
#bali #tradisi #jembrana