Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jelang Idul Fitri, Warga Loloan Gelar Lomba Tradisi Ngotek

Nyoman Suarna • Senin, 3 Juni 2019 | 06:11 WIB
Jelang Idul Fitri, Warga Loloan Gelar Lomba Tradisi Ngotek
Jelang Idul Fitri, Warga Loloan Gelar Lomba Tradisi Ngotek


BALI  EXPRESS, NEGARA - Tradisi ngotek atau irama musik sahur sudah mengakar di Loloan. Tradisi ngotek ini biasanya dilakukan untuk membangunkan warga yang hendak berpuasa pada waktu sahur. Untuk menjaga tradisi ngotek di Bulan Ramadhan ini, muda-mudi Loloan melombakan irama musik sahur yang dikemas dalam bentuk Festival Irama Musik Sahur (FIMS). Dalam acara yang digelar, Sabtu malam (1/6), para peserta melakukan parade mengitari Kelurahan Loloan Barat-Loloan Timur, termasuk ke Kota Negara.


Pagelaran FIMS tahun ini merupakan yang ke-22 kalinya ini, tidak saja berasal dari Kelurahan Loloan melainkan juga berasal dari beberapa desa lainnya di Kabupaten Jembrana. Tercatat, sebanyak 75 grup atau kelompok ikut ambil bagian mengisi lomba tradisi yang dibagi dalam dua kategori, yakni kategori anak-anak yang diikuti 30 grup dan kalangan remaja atau dewasa sebanyak 45 grup. Mereka nantinya akan memainkan pilihan irama musik bernuansa tradisional atau modern.


Nizam Hazmi selaku ketua penyelenggara FIMS ke-22 ditemui usai acara mengatakan, lomba ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pada  Bulan Ramadhan. Dalam festival tahun ini, tidak hanya rebana, beberapa alat-alat musik tradisional seperti gamelan, kentongan, jerigen, galon dan timba serta bentuk lainnya turut menghiasi irama musik sahur tahun ini. “Harapan kami, dari tahun ke tahun Festival Irama Musik Sahur bisa menunjukkan intensitasnya dan lebih maksimal,” ujarnya.


Pihaknya, lanjut Nizam, juga berharap festival ini dapat memotivasi kreativitas remaja dalam mengumandangkan gema shalawat di Bulan Ramadhan yang dikemas dalam bentuk kesenian. Untuk anggota, setiap kelompok atau grup, pihak panitia membatasi hanya 17 orang. Unsur yang dinilai dalam perlombaan ini adalah keseragaman, kerapian pakaian atau kostum serta harmonisasi alunan irama musiknya.

Editor : Nyoman Suarna
#negara